Selamat Datang di Jurusan Sejarah UGM

night at museum03jasmerah01bkmspara suhu sejarahpameran foto sejarahmahasiswa pascasarjananight at museum04jasmerah02kunjungan plaosan


Jurusan Sejarah UGM didirikan pada tanggal 23 Januari 1951, namun secara resmi baru mendapatkan SK dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, tanggal 15 September 1955, dengan nomor SK: PPK. 537559. Pendirian Jurusan Sejarah UGM merupakan salah satu kreativitas intelektual untuk menciptakan sumber daya manusia dalam bidang ilmu sejarah yang sangat kurang pada saat itu. Untuk itu peningakatan profesionalisme sumber daya manusia di Indonesia yang mempunyai kompetensi dalam ilmu sejarah menjadi tujuan utama.


Kurikulum Jurusan Sejarah FIB UGM disusun denganfib ugm memperhatikan keinginan stakeholders (market demand) dan perkembangan ilmu sejarah (sciencetific vission). Evaluasi dan perbaikan kurikulum selalu dilakukan, minimal satu kali dalam lima tahun untuk lebih mempertajam kompetensi serta meningkatkan daya saing lulusan. Kegiatan pembelajaran menggunakan metode SCL (Student Centered Learning) dan SCL Plus. Proses pembelajaran difokuskan pada materi yang dipelajari mahasiswa, tidak lagi hanya pada materi yang diajarkan dosen, sehingga mahasiswa lebih aktif berperan dalam proses pembelajaran. Untuk mendukung hal itu, sarana dan prasarana di FIB dilengkapi secara representatif. Dukungan juga diberikan dalam wujud penyediaan koleksi di perpustakaan baik di jurusan maupun fakultas.

Evaluasi kualitas program akademik secara rutin dilakukan setiap tahun oleh Audit Mutu Internal (AMI) dalam siklus sistem penjaminan mutu. Hasil dari AMI digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki kinerja penyelenggaraan proses akademik. Usaha peningkatan kualitas juga dilakukan dalam hal peningkatan jejaring kerjasama dengan beberapa universitas di luar negeri.

Pada saat ini Jurusan Sejarah UGM merupakan salah satu jaringan kerja sama untuk pertukaran mahasiswa (student exchange) yang tergabung dalam SEASREP (Southeast Asian Studies Regional Exchange Programme). Selain UGM, perguruan tinggi di Asia Tenggara yang tergabung didalamnya adalah Universitas Indonesia, Chulalongkorn University Thailand, Vietnam National University, Thammasat University, University Malaya, University Kebangsaan Malaysia, University of the Philippines, Royal Academy of Cambodia, Laos National University dan Ateniu de Manila.

Selain itu, kerjasama yang sudah lama terjalin dengan Leiden University (Netherland) semakin erat dengan adanya beberapa program kerjasama terutama dibidang peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sampai saat ini satu program sudah berhasil dilaksanakan dalam kerjasama ini yaitu program TANAP (Towards a New Age of Partnership), sedangkan yang sedang berjalan adalah program ENCOMPAS (Encountering a Common Past in Asia). Kerjasama dalam pertukaran mahasiswa juga sudah dilakukan dengan Vrije Universiteit (Netherland). Kerjasama serupa juga sedang dirintis dengan dengan Humboldt University (Germany) dan Cambridge University (United Kingdom).