• UGM
  • FIB
  • Webmail
  • Academic Portal
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Departemen
    • Staf
    • Kontak
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Mata Kuliah Program Sarjana
      • Magang/Kegiatan Luar Kampus
      • Klinik Skripsi
    • Program Magister
      • Mata Kuliah Program Magister
      • Kolokium
    • Summer School
    • Intended Learning Outcomes (ILOs)
  • Kabar
    • Berita
    • Agenda
  • Riset
    • Internal
    • Kerja Sama
  • Publikasi
    • Lembaran Sejarah
    • Histma
    • Publikasi Staf
  • Mahasiswa
    • BKMS
    • History Week
  • Alumni
    • Kasagama
    • Career Development Center
  • Beranda
  • berita
  • Merancang Perkotaan dari Masa Lalu Tokyo

Merancang Perkotaan dari Masa Lalu Tokyo

  • berita
  • 17 Januari 2017, 14.05
  • Oleh: admin
  • 0

 

Kajian sejarah perkotaan menjadi menarik akhir-akhir ini. Kota pada bagian tertentu mempunyai roh. Ia bisa menjadi cerminan, atau pun perwujudan visi. Meski begitu kota pun menyimpan banyak masalah yang perlu untuk dikaji lebih mendalam : pemukiman kumuh, penataan kota, penduduk, dan masalah lingkungan perkotaan yang kerap muncul. Melihat prospek kajian sejarah perkotaan yang bagus dan relevan dengan perkembangan zaman. Departemen Sejarah FIB UGM, pada Senin (16/01/2017) mengadakan kuliah umum dengan tema “Land, Lumber, Labor, and Excrement : The Circular Economy of Nineteenth Century Tokyo Tokyo Slums’. Kuliah umum mengundang pemateri dari Georgetown University, yakni Prof. Jordan Sand, bertempat di Gedung Purbatjaraka, lantai I, FIB UGM.

Prof. Jordan Sand mengampu mata kuliah sejarah Jepang di Georgetown University. Maka tidak heran sebagian besar dari riset beliau mengambil ‘negeri matahari terbit’ sebagai batas spasial. Selain mengajar sejarah Jepang kontemporer dan wilayah Asia Timur lainnya, ia juga menaruh minat pada studi tentang sejarah perkotaan dan makanan. Minat sejarah perkotaan beliau didapat dari latar belakang pendidikannya. Ia mendapat gelar Master di bidang sejarah Arsitektur dari Universitas Tokyo. Sementara gelar Doktor diperolehnya dari Colombia University. Catatan risetnya yang paling mutakhir difokuskan pada tema urbanisme, arsitektur, budaya material dan kehidupan sehari-hari. Risetnya yang paling diminati adalah tentang perumahan di Jepang, yakni Rumah dan Rumah Modern di Jepang (Harvard : 2004). Ia mencoba mengeksplorasi westernisasi ruang –domestik keluarga- yang terjadi pada rumah-rumah yang ada di Jepang pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Ia melihat ruang-ruang yang berubah gaya tersebut ternyata memberi pengaruh pada watak-watak keluarga yang ada di Jepang.

Akan tetapi presetasinya di FIB UGM saat itu ia memaparkan tentang wilayah kumuh perkotaan di Tokyo. Sebagaimana lazimnya kota di Asia kala itu, Tokyo pada awal abad 20 mengalami benturan keras dengan digagasnya restorasi Meiji pada rentang waktu sebelumnya. Meski begitu Tokyo awal abad 20 terlihat janggal. Ibu kota itu mempunyai masalah serius dengan mewabahnya perumahan informal yang banyak. Perumahan yang tidak direncanakan dengan baik itu, adalah rumah-rumah kecil yang rata-rata ditinggali oleh orang-orang kelas menegah ke bawah. Bahkan tidak sedikit pula gubuk-gubuk yang ikut memadati kota itu. Tentu ini menjadi permasalahan serius dalam perspektif pemerintah Jepang. Karena pada waktu yang sama, pemerintah sedang menggagas ide tentang perumahan real estate. Itu pun merupakan peluang yang menjanjikan. Kemudian yang menjadi masalah, formalisasi real estate yang akan dibangun, harus menelan wilayah kumuh yang diisi oleh rumah-rumah kecil dan gubuk. Prof. Jordan melihat itu sebagai pertarungan. Meski begitu wacana itu, berakhir dengan tidak terlalu buruk. Pendirian real estate itu harus mengusung rencana yang matang. Mempertimbangkan tentang skala dan area untuk mewujudkan perumahan yang ramah -dan mungkin manusiawi- dengan menata ulang kawasan perkotaan ibu kota itu. Pada kasus Tokyo, jika ditarik relevansinya pada konteks sekarang, membantu untuk mempertimbangkan kembali pemukiman yang tidak direncanakan dengan matang, yang jumlahnya tidak sedikit. Dan pada sisi yang lain juga untuk mengatasinya. (Sej/Bagus)

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Masterclass dan Kolokium bersama Arnout van der Meer
  • Peluncuran dan Diskusi Buku “Bacaan Bumi”
  • Turisme Kolonial di Jawa dan Ilusinya
  • Departemen Sejarah UGM Kunjungi SMAN 1 Bantul
  • Peluncuran Buku dan Diskusi Akademik “Nusakambangan Luar Dalam”

Arsip

  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Mei 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • November 2020
  • Agustus 2019
  • Maret 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • September 2018
  • Mei 2018
  • September 2017
  • Juli 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Kategori

  • agenda
  • alumni
  • beasiswa
  • berita
  • lowongan
  • penelitian
  • pengumuman
  • selisik
  • summer school
Universitas Gadjah Mada

Departemen Sejarah

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gedung Soegondo, Lantai 3
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur Yogyakarta
  +62 274 513 096
+62 813 1444 4274
  sejarah@ugm.ac.id

Akademik

  • Program Sarjana
  • Program Magister

Berita & Agenda

  • Berita
  • Agenda

Tentang

  • Staf
  • Departemen
  • Fakultas
  • UGM

Ikuti Kami

Sejarah UGM

Sejarah UGM

Sejarah UGM

© 2025 | Departemen Sejarah UGM

BeritaAgenda

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY