Pada Senin hingga Rabu, 9–11 Februari 2026, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan SEASREP Foundation menyelenggarakan Workshop dan Seminar mengenai kepenulisan serta kajian sejarah lisan di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan ini diikuti oleh akademisi dan mahasiswa dari berbagai negara di Asia dan Asia Tenggara, antara lain dari National University of Singapore, Kyoto University, University of the Philippines Diliman, Universiti Malaya, Universiti Brunei Darussalam, National Chung Cheng University, serta Universitas Gadjah Mada sebagai tuan rumah. Hadir pula Dr. Abdul Wahid, M.Hum., M.Phil., dan Satrio Dwicahyo, S.S., M.Sc., M.A., selaku Kepala Departemen dan dosen Departemen Sejarah UGM. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Maria I. Diokno, Profesor Emeritus dari University of the Philippines Diliman sekaligus Executive Director SEASREP Foundation.
Workshop, Universitas Gadjah Mada, 8-10 September 2026
About the Program
Development, or Pembangunan, has been a core aspiration in Indonesia since independence. Extant histories of development in Indonesia have outlined the political and institutional contexts from which development policies arose. This workshop aims to illuminate the historical experiences and tangible impacts of projects mobilised for Indonesia’s economic and social development, which were planned and financed by national and international development agencies. It takes a wide temporal scope aligning with independent Indonesia’s push for development across the Sukarno, New Order and reformasi periods. It also spans a broad geography aligning with development’s nation-building aspirations.
Pada hari Selasa, 20 Januari 2026, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan pembahasan dan diskusi mengenai pertumbuhan serta perkembangan gagasan politik kebangsaan di Asia Tenggara pada periode pasca-kolonialisme (1945–1965). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian diskusi akademik yang akan dilaksanakan oleh Departemen Sejarah UGM sepanjang tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, Departemen Sejarah UGM menghadirkan Yi Ning Chang, seorang peneliti dan sejarawan politik Asia Tenggara yang saat ini menempuh studi doktoral di Department of Government, Harvard University, Amerika Serikat. Ia memiliki minat dan fokus kajian pada sejarah pemikiran politik serta hubungan internasional antarnegara di Asia Tenggara pada periode pasca-kolonial. Diskusi ini juga didampingi oleh Dr. Farabi Fakih, S.S., M.Phil., sejarawan sekaligus dosen Departemen Sejarah UGM yang menjabat sebagai Kepala Program Studi Magister Sejarah UGM. Acara ini terbuka bagi seluruh mahasiswa maupun masyarakat umum yang memiliki minat terhadap kajian sejarah pemikiran dan sejarah Asia Tenggara.
Pada hari Kamis, 27 November 2025, Program Studi S2 Departemen Sejarah UGM mengadakan kegiatan masterclass dan kolokium mahasiswa yang mengangkat tema serta persoalan studi kebudayaan. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S2 Sejarah yang memiliki minat dan fokus kajian dalam isu kebudayaan dalam historiografi Indonesia. Dalam kegiatan ini pula turut hadir Dr. Abdul Wahid M.Hum., M.Phil. dan Joss Wibisono selaku tenaga pengajar dan dosen tamu di Departemen Sejarah UGM yang juga turut aktif memperhatikan, memberikan masukan, dan juga kritik bagi mahasiswa yang memaparkan tema riset dan penelitian yang dilakukan. Di samping itu, turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Arnout van der Meer, seorang Sejarawan dan Peniliti dari Colby College, Amerika Serikat untuk memberikan saran dan masukan terhadap para mahasiswa yang melaksanakan kolokium.
Foto: Mochamad Rizky Saputra
Pada hari Jumat, 21 November 2025 bertempat di Ruang Multimedia Margono Fakultas Ilmu Budaya UGM, Departemen Sejarah UGM bekerjasama dengan Yayasan Obor Indonesia mengadakan kegiatan bedah dan peluncuran buku “Bacaan Bumi: Pemikiran Ekologis untuk Indonesia”. Buku ini merupakan karya historiografi lingkungan Indonesia yang ditulis atas kolaborasi para Penulis, Sejarawan, dan Akademisi Indonesia dan Asing yang memiliki minat dan perhatian pada kajian lingkungan di bawah tanggungjawab dari Prof Gerry van Klinken, professor emiritus dari Universitas Amsterdam Belanda. Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Abdul Wahid M.Hum., M.Phil dan Dr. Farabi Fakih S.S., M.Phil. sebagai perwakilan dari Departemen Sejarah UGM dan juga penulis yang terlibat dalam kajian ini. Secara umum, kajian ini berusaha untuk menghadirkan pembaruan dalam narasi historiografi Indonesia yang lebih berfokus dan memberikan ruang narasi bagi aktor-aktor non manusia yang turut berpengaruh dalam setiap perkembangan dan dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi di Indonesia maupun global. Hadirnya karya ini pula memiliki pesan moral dan bentuk kritik nyata atas realitas kapitalisme yang terjadi di Indonesia maupun dunia yang semakin bersifat ekstraktif dan eksploitatif tanpa memerhatikan dampak dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas kapitalisme ini.
Pada hari Kamis, 20 November 2025 Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya mengadakan Kuliah Umum bagi mahasiswa Departemen Sejarah UGM dan Masyarakat Umum yang berusaha untuk memberikan pembahasan tentang Kajian Pariwisata di Hindia Belanda khususnya Jawa pada periode kolonial. Turut membersamai dan mengisi dalam kegiatan ini Dr. Arnout van De Meer seorang sejarawan, peneliti, dan pengajar yang berkedudukan di Colby College, Amerika Serikat. Beliau dikenal sebagai seorang sejarawan yang memiliki bidang keahlian dan minat dalam kajian sejarah global dan Asia Tenggara. Dalam Kuliah Umum ini pula turut hadir Dr. Abdul Wahid M.Hum., M.Phil. selaku Kepala Departemen Sejarah UGM dan dipandu oleh Uji Nugroho Winardi S.S., M.A. selaku moderator dalam kuliah umum ini.
Pada Rabu, 12 November 2025 Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Manajemen SMA Negeri 1 Bantul Yogyakarta melakukan Sarasehan dan Sosialisasi terkait Departemen Sejarah kepada para siswa dari SMA Negeri 1 Bantul. Dalam kegiatan ini turut hadir Dr. Abdul Wahid, M.Hum., M.Phil. dan Dr. Mutiah Amini, M.Hum. sebagai pembicara dalam kegiatan Sarasehan ini. Dalam kesempatan ini, Dr. Abdul Wahid sebagai Kepala Departemen Sejarah UGM menyampaikan materi perkenalan Program Studi Sejarah Universitas Gadjah Mada meliputi visi dan misi, Program Studi, Sistem Kurikulum, Dosen dan Tenaga Pendidik, serta capaian dan prestasi yang diperoleh oleh Mahasiswa dan Dosen di dalam Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada. Di samping itu, dalam kegiatan ini pula turut hadir Dicky Ramadhan dan Erlangga Buges Hidayatullah sebagai perwakilan dari Mahasiswa S1 Sejarah UGM dan Pengurus Himpunan Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah UGM guna menjelaskan dan berbagi pengalaman terkait kehidupan perkuliahan sebagai mahasiswa Sejarah UGM serta program pengembangan karekter, kreativitas, dan kompetensi mahasiswa yang dijalankan oleh Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah.
Pada hari Senin, 27 Oktober 2025 Departemen Sejarah mengadakan kegiatan Peluncuran dan Diskusi Buku “Nusakambangan Luar Dalam” suatu karya Historiografis dari Dr. Klaas Stutje seorang Sejarawan dan Peneliti dari NIOD dan Universiteit van Amsterdam Belanda. Ia tertarik pada kajian sejarah sosial masyarakat di Hindia Belanda yang ditinjau dari sudut pandang akar rumput di mana narasi terkait kelompok masyarakat marjinal menjadi fokus utama dari kajian dan narasi Historis yang dikembangkannya. Pada kegiatan ini pula turut hadir Dr. Wildan Sena Utama dan Joss Wibisono yang mewakili Departemen Sejarah UGM yang pada kegiatan ini diberikan kesempatan untuk menjadi moderator dan juga penanggap dari diskusi akademik yang dilakukan oleh Dr. Klaas Stutje. Kegiatan ini turut dihadiri pula oleh Mahasiswa S1 dan S2 serta beberapa Civitas Akademika Fakultas Ilmu Budaya UGM.
Pada hari Kamis,16 Oktober 2025, Departemen Sejarah FIB UGM bekerjasama dengan Program Studi Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora FIB UGM menyelenggarakan suatu Seminar dan Studi Wawasan yang mengangkat Tema “Bahasa dan Ciri Khas Kolonialisme di Nusantara”. Seminar ini diisi oleh Joss Wibisono, seorang Jurnalis dan Peneliti yang memiliki keahlian dan banyak menulis tentang praktik kolonialisme di Hindia Belanda ditinjau melalui sudut pandang Bahasa dan Sejarah Indonesia pasca kemerdekaan. Beliau pula dikenal sebagai seorang kontributor dalam berbagai Media Online seperti Tempo, Historia.id, dan Indoprogres. Seminar ini dibersamai pula oleh Uji Nugroho Winardi, S.S., M.A., salah satu akademisi dan tenaga pendidik dari Departemen Sejarah FIB UGM, yang bertindak sebagai moderator. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Departemen Sejarah UGM Dr. Abdul Wahid, M.Hum., M.Phil. yang memberikan sambutan dan kata pembuka dari kegiatan ini.
Pada Sabtu, 20 September 2025,Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Pengurus Angkatan S1 Sejarah tahun 2024 mengadakan kegiatan Family Gathering dan Kenal Lebih Dekat Keluarga Sejarah bagi Mahasiswa Baru S1 angkatan 2025. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Program Studi S1 Departemen Sejarah, Dr Mutiah Amini S.S,.M. Hum. yang secara simbolis membuka rangkaian kegiatan ini. Pada moment sambutan ini, Dr Mutiah Amini menitipkan pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan baik secara fisik maupun emosional dalam menjalankan kehidupan akademik bagi Mahasiswa Baru angkatan
2025. Rangkaian kegiatan Family Gathering tahun ini terdiri atas beberapa segmen kegiatan antara lain Kenal Kakak Tingkat, Kenal Alumni, dan Sharing Session terkait kehidupan akademik serta persiapan karir bersama Dosen Departemen Sejarah UGM Dr Widya Fitria Ningsih S.S.,M.A. dan Alumni Ayu Wulandari M.Hum. Kegiatan Family Gathering ini pula dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang meningkatkan interaksi, komunikasi dan solidaritas antar mahasiswa baru angkatan 2025. Dalam kegiatan ini, Anindya Nitya Safa Putri selaku Ketua Pelaksana Family Gathering Sejarah 2025 menyampaikan bahwa kegiatan Family Gathering ini sendiri terdiri atas kegiatan Sharing Session dan Outbound yang dibagi dalam dua hari kegiatan. Kegiatan Family Gathering
ini sendiri memiliki tujuan untuk menjalin hubungan dan relasi yang sehat juga asertif antara Pengurus Departemen, Kakak Tingkat dan Mahasiswa Baru Departemen Sejarah UGM. Disamping itu, dalam kegiatan ini Safa juga berharap bahwa setelah kegiatan ini dilaksanakan besar harapannya akan tercipta komunikasi dan kerjasama yang lebih harmonis antar Mahasiswa Program Studi S1 Sejarah UGM pada kegiatan mendatang.