• UGM
  • FIB
  • Webmail
  • Academic Portal
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Departemen
    • Staf
    • Kontak
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Mata Kuliah Program Sarjana
      • Magang/Kegiatan Luar Kampus
      • Klinik Skripsi
    • Program Magister
      • Mata Kuliah Program Magister
      • Kolokium
    • Summer School
    • Intended Learning Outcomes (ILOs)
  • Kabar
    • Berita
    • Agenda
  • Riset
    • Internal
    • Kerja Sama
  • Publikasi
    • Lembaran Sejarah
    • Histma
    • Publikasi Staf
  • Mahasiswa
    • BKMS
    • History Week
  • Alumni
    • Kasagama
    • Career Development Center
  • Beranda
  • berita
  • Lee Kuan Yew dan Tokoh Asia Tenggara dalam Perspektif Sejarah Pemikiran Politik

Lee Kuan Yew dan Tokoh Asia Tenggara dalam Perspektif Sejarah Pemikiran Politik

  • berita
  • 22 Januari 2026, 11.54
  • Oleh: sejarah
  • 0

Pada hari Selasa, 20 Januari 2026, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan pembahasan dan diskusi mengenai pertumbuhan serta perkembangan gagasan politik kebangsaan di Asia Tenggara pada periode pasca-kolonialisme (1945–1965). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian diskusi akademik yang akan dilaksanakan oleh Departemen Sejarah UGM sepanjang tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, Departemen Sejarah UGM menghadirkan Yi Ning Chang, seorang peneliti dan sejarawan politik Asia Tenggara yang saat ini menempuh studi doktoral di Department of Government, Harvard University, Amerika Serikat. Ia memiliki minat dan fokus kajian pada sejarah pemikiran politik serta hubungan internasional antarnegara di Asia Tenggara pada periode pasca-kolonial. Diskusi ini juga didampingi oleh Dr. Farabi Fakih, S.S., M.Phil., sejarawan sekaligus dosen Departemen Sejarah UGM yang menjabat sebagai Kepala Program Studi Magister Sejarah UGM. Acara ini terbuka bagi seluruh mahasiswa maupun masyarakat umum yang memiliki minat terhadap kajian sejarah pemikiran dan sejarah Asia Tenggara.

Dalam diskusi tersebut, Yi Ning Chang membuka pembahasan dengan mengangkat persoalan besar yang dihadapi bangsa-bangsa Asia Tenggara setelah lepas dari pengaruh kolonialisme Eropa pada pertengahan hingga akhir abad ke-20. Persoalan sosial yang diwariskan sejak masa kolonial, serta praktik penerapan asas demokrasi dalam sistem politik negara, menjadi tantangan mendasar bagi kawasan ini. Tokoh-tokoh besar seperti Soekarno, Lee Kuan Yew, dan Abdul Rahman Putra Al-Hajj, yang sebagian besar tumbuh dalam tradisi pemikiran Eropa, berperan penting dalam merumuskan, memantapkan, dan menetapkan landasan hukum, politik, serta sosial bangsa-bangsa Asia Tenggara pasca-kolonialisme. Gagasan tentang anti-kolonialisme, kerakyatan, dan demokratisasi politik menjadi pijakan utama para pemikir bangsa dalam merancang sistem ketatanegaraan. Dalam pembahasan ini, figur Lee Kuan Yew mendapat perhatian khusus sebagai Perdana Menteri pertama Singapura yang berhasil mentransformasi negaranya dari masyarakat tradisional menjadi negara modern dengan struktur politik dan administrasi yang lebih teratur. Pada masa kepemimpinannya, orientasi politik Singapura pun bergeser dari kepentingan kapitalistik kolonial menuju pembangunan yang menekankan keadilan dan kesetaraan sosial, sehingga kepentingan umum menjadi tujuan utama pembangunan nasional.

Diskusi berlangsung intens dan hangat, dengan pembicara serta peserta aktif bertukar pikiran mengenai pertumbuhan sejarah pemikiran politik dan nasionalisme di Asia Tenggara pada masa pasca-kolonialisme. Gagasan tentang persatuan, nasionalisme, dan anti-imperialisme menjadi fokus utama dalam upaya pembangunan nasional di kawasan tersebut.


Penulis: Mochamad Rizky Saputra



Tags: Asia Tenggara Lee Kuan Yew

Berita Terakhir

  • Mengembangkan Metodologi Sejarah Lisan untuk Historiografi Asia Tenggara
  • Call for Papers: Social Histories of Development in Indonesia, 1950-2010
  • Lee Kuan Yew dan Tokoh Asia Tenggara dalam Perspektif Sejarah Pemikiran Politik
  • Masterclass dan Kolokium bersama Arnout van der Meer
  • Peluncuran dan Diskusi Buku “Bacaan Bumi”

Arsip

  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Mei 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • November 2020
  • Agustus 2019
  • Maret 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • September 2018
  • Mei 2018
  • September 2017
  • Juli 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Kategori

  • agenda
  • alumni
  • beasiswa
  • berita
  • lowongan
  • penelitian
  • pengumuman
  • selisik
  • summer school
Universitas Gadjah Mada

Departemen Sejarah

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gedung Soegondo, Lantai 3
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur Yogyakarta
  +62 274 513 096
+62 813 1444 4274
  sejarah@ugm.ac.id

Akademik

  • Program Sarjana
  • Program Magister

Berita & Agenda

  • Berita
  • Agenda

Tentang

  • Staf
  • Departemen
  • Fakultas
  • UGM

Ikuti Kami

Sejarah UGM

Sejarah UGM

Sejarah UGM

© 2025 | Departemen Sejarah UGM

BeritaAgenda

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY