Pada Senin hingga Rabu, 9–11 Februari 2026, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan SEASREP Foundation menyelenggarakan Workshop dan Seminar mengenai kepenulisan serta kajian sejarah lisan di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan ini diikuti oleh akademisi dan mahasiswa dari berbagai negara di Asia dan Asia Tenggara, antara lain dari National University of Singapore, Kyoto University, University of the Philippines Diliman, Universiti Malaya, Universiti Brunei Darussalam, National Chung Cheng University, serta Universitas Gadjah Mada sebagai tuan rumah. Hadir pula Dr. Abdul Wahid, M.Hum., M.Phil., dan Satrio Dwicahyo, S.S., M.Sc., M.A., selaku Kepala Departemen dan dosen Departemen Sejarah UGM. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dr. Maria I. Diokno, Profesor Emeritus dari University of the Philippines Diliman sekaligus Executive Director SEASREP Foundation.
Workshop dan seminar ini berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian pembahasan yang tidak hanya berfokus pada perkembangan studi sejarah lisan di Asia Tenggara, tetapi juga mencakup pelatihan, pendampingan, dan praktik riset sejarah lisan bertema kajian Asia Tenggara. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapat kesempatan untuk belajar langsung dari para pemateri, di antaranya Dr. Kar-Yen Leong, Miria Asaba, M.A., dan Dr. Kisho Tsuchiya. Mereka menyampaikan materi mengenai tahapan dan metode kajian sejarah lisan, analisis data, serta preservasi sumber sejarah lisan. Peserta tidak hanya berdiskusi dan mendengarkan ceramah, tetapi juga melakukan praktik langsung terkait metode penelitian yang telah dipaparkan. Sebagai bagian dari kegiatan, pada hari kedua peserta juga disuguhkan pertunjukan kesenian Wayang Beber oleh Kelompok Taring Padi.
Kegiatan ini berlangsung aktif dan interaktif, dengan pemateri dan peserta saling berdiskusi serta berinteraksi mengenai materi yang disampaikan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti komitmen Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada dalam mengembangkan metode sejarah lisan sebagai upaya menjawab persoalan historiografis Asia Tenggara, yang kerap menghadapi kendala dalam mengakses sumber dan data berbasis arsip tertulis.
Penulis: Mochamad Rizky Saputra

