Sebelum memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada 1957, Ghana yang saat itu masih disebut dengan Gold Coast telah turut serta dalam Konferensi Asia-Afrika atau Konferensi Bandung. Sebagai dua negara yang pernah mengalami kolonialisme, Ghana dan Indonesia memiliki pengalaman masa lalu yang sama. Dalam kuliah umum kali ini, Pietro Fasola dari University of Florence akan berbagi tentang perbandingan pembangunan pascakolonial antar kedua negara ini. Apa saja kesamaan dan perbedaannya? Silakan simak kuliah umum ini pada Rabu minggu depan.
Event
Dalam rangka menyambut peluncuran buku klasik karya Hugo Klooster oleh @penerbit.selaklali yang akhirnya diterjemahkan ke Bahasa Indonesia setelah terbit pertama kali pada 1985, Departemen Sejarah UGM mengadakan diskusi buku dengan menghadirkan dua dosen Sejarah UGM, Dr. Wildan Sena Utama dan Uji Nugroho Winardi, MA sebagai pembahas. Silakan datang langsung ke Ruang 709 Gedung Soegondo FIB UGM.
Dalam rangka menyambut semester kedua tahun akademik 2025/2026, Departemen Sejarah UGM akan menyelenggarakan kuliah umum dengan pembicara Dr. Maria Serena Diokno, Direktur Southeast Asian Studies Regional Exchange Program (SEASREP) Foundation. Acara ini akan diadakan di Auditorium Lantai 7 Gedung Soegondo FIB UGM.
Departmen Sejarah UGM akan kembali mengadakan seminar. Pada kesempatan kali ini, Yi Ning Chang, seorang kandidat PhD dari Harvard University, akan membicarakan disertasinya mengenai ide-ide dan imajinasi para elit politik di Asia Tenggara tentang dekolonisasi dan konsep negara poskolonial pada periode 1950-an dan 1960-an. Acara ini akan diselenggarakan pada Selasa, 20 Januari 2026 di Ruang 709 Gedung Soegondo FIB UGM.
SEASREP Foundation, bekerja sama dengan Departmen Sejarah UGM, akan menyelenggarakan sebuah lokakarya dengan tema Sejarah Lisan di Asia Tenggara. Acara ini akan diadakan di Ruang Multimedia Gedung Margono FIB UGM selama tiga hari pada 9–11 Februari 2026. Lokakarya ini ditujukan terutama untuk mahasiswa S2 dan S3 di Departemen Sejarah UGM. Silakan melakukan registrasi melalui tautan ugm.id/oralhistoryworkshop.
Minggu ini @sejarahugm akan kembali lagi mengadakan kuliah umum. Di kesempatan ini Sander van der Horst (Kandidat PhD dari Leiden University dan juga KITLV) akan berbagi tentang sejarah aktivis Indonesia di masa kolonial. Acara ini akan diselenggarakan pada Kamis pukul 14:00-16:00 WIB.
Peluncuran dan Diskusi Buku kali ini akan terasa spesial. Dalam tulisan tentang buku Bacaan Bumi di laman @_insideindonesia, Prof. Gerry van Klinken, salah satu penulis sekaligus editor buku ini, mengungkapkan bahwa hadirnya buku ini tidak lepas dari peran @sejarahugm yang menginisiasi summer school tentang sejarah lingkungan yang pertama di tahun 2023. Berawal dari program yang diikuti oleh akademisi maupun aktivis lingkungan di Indonesia tersebut, kesadaran tentang masalah lingkungan hidup ini bukan semata-mata tentang masalah teknis lingkungan, tapi merupakan bagian dari krisis manusia. Beberapa peserta summer school tersebut kemudian turut serta menjadi bagian dari 17 penulis yang menuangkan ide-idenya tentang ‘humaniora lingkungan hidup’ (environmental humanities) dalam konteks Indonesia.
Departemen Sejarah akan menyelenggarakan masterclass dengan tema cultural history. Masterclass ini akan dipandu oleh Dr. Arnout van der Meer, Associate Professor Sejarah dari Colby College. Acara ini diperuntukkan bagi mahasiswa Magister/S2 Ilmu Sejarah FIB UGM yang sedang mengerjakan tesis. Acara akan diadakan pada Kamis, 27 November 2025 pukul 10:00–13:00 WIB.
Para peserta diwajibkan untuk mengirimkan abstrak pendek penelitiannya melalui ugm.id/CulturalHistory sebelum tanggal 20 November 2025.
Dibandingkan dengan Bali, pariwisata di Jawa pada masa kolonial memperoleh perhatian yang jauh lebih sedikit dari para sejarawan. Meskipun memang lebih masuk akal untuk mengkaji Bali sebagai kawasan wisata karena statusnya saat ini, pariwisata Jawa memiliki akar yang jauh lebih lekat dengan proyek kolonial. Di satu sisi, pariwisata Jawa adalah produk intrinsik dari imperialisme Belanda yang dipakai untuk menguatkan identitas dan hirarki kolonial. Sementara di sisi lain, ia adalah ruang resistensi bagi masyarakat bumiputra untuk menantang imajinasi kolonial atas Indonesia. Pada kuliah umum kali ini, Dr. Arnout van der Meer dari Colby College akan membahas pariwisata di pegunungan Jawa sebagai sebuah zona kontak antara wacana kolonial Eropa dan resistensi bumiputra Indonesia. Kuliah umum ini akan diadakan di Ruang Multimedia Margono FIB UGM pada 20 November 2025 pukul 09:00 WIB.
This lecture will analyze the evolution of the Non-Aligned Movement within the context of the Global Cold War, following historical developments from the very beginnings in the late 1940s, when the group of non-aligned countries was only emerging and establishing global networks, until the very last Cold War era NAM summit held in Belgrade in 1989. This lecture will follow ups and downs in this turbulent history which made the NAM the third force of the Cold War, evolving from an intormal group of nations into a fully fledged international organization, one poised at putting small and medium powers into the very center of international politics as agents of reform of the global system to more suit the interests of players outside the two superpowers and their blocs.