Pada 22–24 Mei 2026 Departemen Sejarah bersama dengan Irvine University dan Asia Theories Network menyelenggarakan konferensi dan lokakarya bertajuk Asean Theories Network Workshop. Globalization and (dis) Connectivity. Tema “Globalization and (Dis)Connectivity” menyoroti semakin terhubunganya ide, identitas, dan kehidupan manusia seiring berkembangnya globalisasi. Namun, di balik keterhubungan virtual tersebut muncul fenomena enclave society, yaitu ketika masyarakat membangun batasan atau fragmentasi sosial untuk membuat ruang tertutup digital yang aman. Tema konferensi ini mengajak peserta untuk mengeksplorasi apakah dan bagaimana konektivitas (masih) penting bagi pembentukan jati diri, subjektivitas, komunitas, dan institusi.
Konferensi ini diisi oleh akademisi dari berbagai universitas di Asia, yakni University of Tokyo, University of California, National Chengchi University, Hitotsubashi University, National Taiwan University, Hong Kong Baptist University, Ateneo de Manila University, Universitas Katolik Widya Mandala, University of California, Waseda University, Sungkyunkwan University, Soochow University, Chinese University of Hong Kong, Universitas Mataram, dan Universitas Gadjah Mada sebagai tuan rumah.
Hari pertama konferensi diisi dengan empat sesi diskusi yang mengangkat tema “Being and (Dis)Connection”, “Resistance and (Dis)Connection”, “Education and (Dis)Connectivity”, serta “Anthropocene and the Political”. Sementara itu, hari kedua menghadirkan empat sesi bertema “Academia and Globalization”, “Global Language and Epistemology”, “Trans- and Para-connectivity”, dan “Responses to Life Gaps”.
Pada hari ketiga, kegiatan dikhususkan untuk lokakarya ke berbagai tempat. Peserta mengikuti kunjungan ke Candi Borobudur dan mendengarkan penjelasan dari pemandu tur mengenai sejarah, nilai budaya, dan makna dari relief Candi Borobudur. Setelah itu, peserta diberi pilihan untuk mengunjungi Museum Sonobudoyo atau menikmati suasana kawasan Malioboro. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.
Penulis: Naureen Hanifa Parikesit


