• UGM
  • FIB
  • Webmail
  • Academic Portal
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Departemen
    • Staf
    • Kontak
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Mata Kuliah Program Sarjana
      • Magang/Kegiatan Luar Kampus
      • Klinik Skripsi
    • Program Magister
      • Mata Kuliah Program Magister
      • Kolokium
    • Summer School
    • Intended Learning Outcomes (ILOs)
  • Kabar
    • Berita
    • Agenda
  • Riset
    • Internal
    • Kerja Sama
  • Publikasi
    • Lembaran Sejarah
    • Histma
    • Publikasi Staf
  • Mahasiswa
    • BKMS
    • History Week
  • Alumni
    • Kasagama
    • Career Development Center
  • Beranda
  • berita
  • Departemen Sejarah UGM dan MSI Cabang Yogyakarta Mengadakan Seminar Refleksi Pendidikan di Indonesia

Departemen Sejarah UGM dan MSI Cabang Yogyakarta Mengadakan Seminar Refleksi Pendidikan di Indonesia

  • berita
  • 11 Mei 2026, 12.13
  • Oleh: sejarah
  • 0

Departemen Sejarah bersama Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Yogyakarta menyelenggarakan Kongres dan Seminar bertajuk “Refleksi Hari Pendidikan Nasional” yang berlangsung pada 9 Mei 2026. Bertempat di Gedung Audio Visual B Atas di Museum Benteng Vredeburg, kegiatan yang berlangsung satu hari ini menghadirkan tiga pembicara: Prof. Dr. Agus Mulyana (Direktur Sejarah dan Permuseuman di Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia) yang diwakili oleh Kepala Subdirektorat Pelestarian Sejarah; Agus Hermanto, Prof. Dr. Agus Suwignyo (Professor di Bidang Sejarah Pendidikan, UGM), dan Dr. Sri Margana (Sejarawan UGM dan Ketua MSI Cabang Yogyakarta).

Kongres dibuka dengan pemilihan ketua MSI periode 2026-2031. Prof. Dr. Mutiah Amini keluar sebagai ketua MSI Cabang Yogyakarta menggantikan ketua sebelumnya, Dr. Sri Margana yang telah bertugas dari tahun 2021-2026. Prof. Mutiah Amini mendapatkan suara terbanyak, mengungguli Dr. Rhoma Dwi Yuliantri dan Dr. Baha’udin.

Setelah sesi pemilihan ketua, acara dilanjutkan dengan seminar yang pada kesempatan pertama diisi oleh Agus Hermanto. Agus menjelaskan secara historis tentang pendidikan di Nusantara. Akar pendidikan ini bisa dilacak setidaknya sejak masa Prakolonial. Tepatnya pada periode Hindu-Budha telah muncul institusi-institusi mandiri seperti padepokan dan peguron. Sistem pendidikannya berbeda dengan sistem pendidikan ala Belanda karena menekankan metode belajar gurukula; hubungan erat antara guru-murid. Yang pada prosesnya masih diwarisi oleh tradisi pendidikan di pesantren; berfokus pada keseimbangan antara aspek spiritual, emosional, dan akal.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Sri Margana. Margana menyampaikan bahwa sistem pendidikan di Indonesia merupakan salah satu warisan kolonial Belanda. “Sistem yang terlanjur abadi, sekaligus paradoks. Di satu sisi, Belanda memperkenalkan sistem pendidikan modern; membangun struktur pendidikan yang birokratis dan profesional, namun di sisi yang sama, mereka juga menciptakan ketidak setaraan sosial, hierarki budaya, dan kontrol politik”, ujarnya. Kemunculan kebijakan Ethische Politiek pada tahun 1901 juga masih sangat pragmatis. Tujuan pendidikan digunakan untuk mencetak juru tulis, guru, sistem medis, dan pejabat tingkat bawah pribumi yang loyal. Akan tetapi, sekaligus, pendidikan barat inilah yang memunculkan kelas-kelas masyarakat terdidik yang mana merupakan motor pergerakan nasional.

Materi ketiga, sekaligus menjadi penutup dari kongres dan seminar, disampaikan oleh Prof. Agus Suwignyo. Pada sesi terakhir ini peserta diajak untuk merefleksi permasalahan pendidikan di Indonesia dari tahun 1950an hingga 2020an. Adapun kompetensi, kesejahteraan pendidik, kurikulum, hingga aksesibilitas pendidikan masih menjadi permasalahan utama yang penting untuk diperhatikan bersama; baik pemerintah maupun masyarakat sipil. Menurut Prof. Suwignyo, pokok permasalahan pendidikan setiap tahun itu sama, hanya tekanan atau fokusnya saja yang bergeser, berubah atau berganti.

Hal ini menunjukkan bahwa masalah pendidikan di Indonesia masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) yang panjang karena kompleksitasnya; mulai dari infrastruktur hingga kurikulum.


Penulis: Fitria Rizka Nabelia



Tags: MSI pendidikan SDGs 10 SDGs 17 SDGs 4 SDGs 5

Berita Terakhir

  • Mahasiswa Sejarah UGM Dalami Penelitian Sejarah Melalui Kunjungan ke Perpusnas dan ANRI
  • Departemen Sejarah UGM dan MSI Cabang Yogyakarta Mengadakan Seminar Refleksi Pendidikan di Indonesia
  • Menimbang Ulang Studi Asia Tenggara dari Perspektif Filipina dalam Kuliah Umum Lermie Shayne Garcia
  • Bertepatan dengan Hari Kartini, Dosen Sejarah UGM Mutiah Amini Dikukuhkan sebagai Guru Besar
  • Dosen Sejarah UGM Nur Aini Setiawati Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Angkat Isu Reforma Agraria Indonesia dan Korea

Arsip

  • Mei 2026
  • April 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Mei 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • November 2020
  • Agustus 2019
  • Maret 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • September 2018
  • Mei 2018
  • September 2017
  • Juli 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Kategori

  • agenda
  • alumni
  • beasiswa
  • berita
  • lowongan
  • penelitian
  • pengumuman
  • selisik
  • summer school
Universitas Gadjah Mada

Departemen Sejarah

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gedung Soegondo, Lantai 3
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur Yogyakarta
  +62 274 513 096
+62 813 1444 4274
  sejarah@ugm.ac.id

Akademik

  • Program Sarjana
  • Program Magister

Berita & Agenda

  • Berita
  • Agenda

Tentang

  • Staf
  • Departemen
  • Fakultas
  • UGM

Ikuti Kami

Sejarah UGM

Sejarah UGM

Sejarah UGM

© 2026 | Departemen Sejarah UGM

BeritaAgenda

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY