• UGM
  • FIB
  • Webmail
  • Academic Portal
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Departemen
    • Staf
    • Kontak
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Mata Kuliah Program Sarjana
      • Magang/Kegiatan Luar Kampus
      • Klinik Skripsi
    • Program Magister
      • Mata Kuliah Program Magister
      • Kolokium
    • Summer School
    • Intended Learning Outcomes (ILOs)
  • Kabar
    • Berita
    • Agenda
  • Riset
    • Internal
    • Kerja Sama
  • Publikasi
    • Lembaran Sejarah
    • Histma
    • Publikasi Staf
  • Mahasiswa
    • BKMS
    • History Week
  • Alumni
    • Kasagama
    • Career Development Center
  • Beranda
  • berita
  • Departemen Sejarah UGM, Aga Khan University, dan Harvard University Asia Center Mengadakan Lokakarya Internasional Respon Iklim di Asia Tenggara

Departemen Sejarah UGM, Aga Khan University, dan Harvard University Asia Center Mengadakan Lokakarya Internasional Respon Iklim di Asia Tenggara

  • berita
  • 18 Mei 2026, 11.38
  • Oleh: sejarah
  • 0

Dalam diskursus keagamaan, krisis lingkungan kerap kali dimaknai sebagai penanda datangnya akhir zaman. Narasi eskatologis ini salah satunya dapat dijumpai di berbagai tradisi komunitas Muslim di Asia Tenggara. Menjawab sudut pandang tersebut, Departemen Sejarah UGM bekerjasama dengan The Aga Khan University Institute for the Study of Muslim Civilisations dan Harvard University Asia Center menggelar sebuah lokakarya bertajuk Islam in Times of Climate Crisis yang dilaksanakan pada 14-15 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang 709 Gedung Soegondo Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dengan menghadirkan para peneliti dan mahasiswa dari lintas disiplin untuk melihat fenomena krisis lingkungan dari sudut pandang yang berbeda.

Selama dua hari pelaksanaan, lokakarya berfokus pada eksplorasi terhadap komunitas muslim dalam merespon krisis lingkungan. Di setiap panel, para peneliti saling berbagi temuan lapangan yang kemudian dapat ditarik benang merah serupa: bahwa agensi lokal dan nilai-nilai keagamaan ternyata saling terkait dalam setiap aksi nyata menghadapi kerusakan alam. Berbagai respon dan “gramatika etis” tersebut dapat dijumpai mulai dari arsitektur kuno, artefak sejarah, folklor, gerakan sosial kontemporer dan praktik pertanian organik di komunitas akar rumput.

Beberapa panel diskusi secara umum terbagi ke dalam tiga fokus utama. Pertama, diskusi mengenai kosmologi lokal dan hubungan multispesies. Kedua, diskusi terkait memori masyarakat tradisional yang selalu terkait dengan nilai Islam dalam merawat ekosistem dan sumber daya alam seperti yang dilakukan oleh ulama perempuan ketika menggerakkan jaringan konservasi hutan. Terakhir, diskusi juga digunakan untuk mengkritisi paradoks modernisasi agraria dan komodifikasi agama, terutama menelaah tantangan moral masyarakat ketika dihadapkan pada dilema arus eksploitasi ekonomi.

Secara keseluruhan, lokakarya internasional ini tidak hanya berhasil menyodorkan sudut pandang baru, tetapi juga menandai langkah awal dari kolaborasi riset jangka panjang. Selain itu, kolaborasi antara peneliti lintas disiplin dan benua menegaskan bahwa dunia akademik dapat mengintegrasikan sains modern dengan memori kolektif serta agensi masyarakat lokal demi merumuskan strategi adaptasi yang lebih inklusif dalam merawat bumi dan seluruh makhluk hidup.


Penulis: Fitria Rizka Nabelia



Tags: Perubahan Iklim SDGs 13 SDGs 15 SDGs 5 SDGs 6

Berita Terakhir

  • Mahasiswa Sejarah UGM Dalami Penelitian Sejarah Melalui Kunjungan ke Perpusnas dan ANRI
  • Globalisasi dan Fragmentasi Sosial Menjadi Bahasan dalam Asia Theories Network Workshop 2026
  • Departemen Sejarah UGM, Aga Khan University, dan Harvard University Asia Center Mengadakan Lokakarya Internasional Respon Iklim di Asia Tenggara
  • Departemen Sejarah UGM dan MSI Cabang Yogyakarta Mengadakan Seminar Refleksi Pendidikan di Indonesia
  • Menimbang Ulang Studi Asia Tenggara dari Perspektif Filipina dalam Kuliah Umum Lermie Shayne Garcia

Arsip

  • Mei 2026
  • April 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Mei 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • November 2020
  • Agustus 2019
  • Maret 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • September 2018
  • Mei 2018
  • September 2017
  • Juli 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Kategori

  • agenda
  • alumni
  • beasiswa
  • berita
  • lowongan
  • penelitian
  • pengumuman
  • selisik
  • summer school
Universitas Gadjah Mada

Departemen Sejarah

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gedung Soegondo, Lantai 3
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur Yogyakarta
  +62 274 513 096
+62 813 1444 4274
  sejarah@ugm.ac.id

Akademik

  • Program Sarjana
  • Program Magister

Berita & Agenda

  • Berita
  • Agenda

Tentang

  • Staf
  • Departemen
  • Fakultas
  • UGM

Ikuti Kami

Sejarah UGM

Sejarah UGM

Sejarah UGM

© 2026 | Departemen Sejarah UGM

BeritaAgenda

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY