Pada tanggal 27–29 Juli 2026, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Islamic Southeast Asia Travelling Classroom 2026 yang diinisiasi oleh SEASREP Foundation. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta, Bandung, dan Ciamis sebelum berlanjut ke Yogyakarta. Program ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai universitas di Filipina dan Jepang. Fokus dari kegiatan ini adalah untuk mempelajari sejarah Islam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.
Rangkaian acara pada hari pertama diawali dengan sesi kuliah yang diselenggarakan di Ruang Multimedia, Lantai 2 Gedung Margono. Sesi pertama menghadirkan Dr. Sri Margana sebagai pemateri dengan presentasi bertema The History of Mataram Kingdom and its Islamic Legacies. Pemaparan dimulai dengan penjelasan mengenai sejarah Kerajaan Mataram Islam sebelum kedatangan VOC. Selanjutnya, beliau turut menjelaskan proses kedatangan dan pengaruh VOC bagi keberlangsungan serta warisan Kerajaan Mataram Islam, terutama dari aspek agama. Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Wildan Sena Utama yang membawakan presentasi dengan topik Islamic Culture in Modern Yogyakarta and Central Java. Presentasi ini membahas perkembangan budaya Islam di Yogyakarta dan Jawa Tengah melalui berbagai praktik sosial dan keagamaan, seperti peran Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan Islam modern serta tradisi selametan sebagai bentuk rasa syukur dalam budaya Islam modern.
Pada hari kedua, peserta mengikuti tur ke Candi Borobudur dan Museum UGM. Rangkaian kegiatan hari terakhir difokuskan pada kunjungan ke sejumlah situs bersejarah yang relevan dengan perkembangan Islam di Yogyakarta. Peserta mengawali hari dengan kunjungan ke Masjid Gedhe Kauman. Selain itu, mereka juga melakukan ziarah ke makam Nyai Ahmad Dahlan dan makam Abu Bakar Ali. Selanjutnya, peserta mengunjungi Keraton Yogyakarta dan Taman Sari untuk mempelajari hubungan antara perkembangan Islam, kebudayaan Jawa, serta Kesultanan Yogyakarta. Rangkaian acara pada hari terakhir kemudian ditutup dengan sesi refleksi dan berbagi pengalaman di Fakultas Ilmu Budaya UGM. Dalam sesi tersebut, peserta menyampaikan kesan serta pemahaman baru yang didapat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Penyelenggaraan Islamic Southeast Asia Travelling Classroom di Departemen Sejarah UGM berjalan dengan penuh antusiasme. Melalui rangkaian kuliah, diskusi, serta kunjungan lapangan, kegiatan ini memperluas wawasan peserta mengenai sejarah Islam di Indonesia, khususnya Yogyakarta.
Penulis: Naureen Hanifa Parikesit
Kredit Foto: Josef Alec Geradila

