Pada tanggal 27–29 Juli 2026, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Islamic Southeast Asia Travelling Classroom 2026 yang diinisiasi oleh SEASREP Foundation. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta, Bandung, dan Ciamis sebelum berlanjut ke Yogyakarta. Program ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai universitas di Filipina dan Jepang. Fokus dari kegiatan ini adalah untuk mempelajari sejarah Islam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.
Juli
Pada Selasa, 28 Juli 2026, Departemen Sejarah bersama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dosen serta mahasiswa-mahasiswi Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). Hal ini merupakan bagian dari kegiatan kunjungan studi yang menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan mengenai pengembangan kajian dan strategi pertahanan nasional. Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan profil institusi oleh perwakilan Sekolah Pascasarjana UGM serta Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi sharing knowledge.
CALL FOR PAPER WORKSHOP
‘Slavery, enslavement, and varieties of bondage system in pre-colonial, colonial, and postcolonial Indonesia: exploratory studies’
Berbeda dengan “transatlantic slavery”, sejarah perbudakan dan sistem kerja paksa di kepulauan Indonesia masih kurang diteliti secara sistematis. Sejauh ini, kebanyakan penelitian yang ada dilakukan oleh para sarjana berbasis di Belanda, dengan fokus utama pada dimensi hukum atau ekonomi perbudakan pada masa kolonial, serta sering terinspirasi oleh kajian perbudakan transatlantik. Penelitian yang ada juga masih bersifat terfragmentasi dan, misalnya, telah mengabaikan keragaman konsep lokal tentang penghambaan dan ‘ikatan paksa’, variasi bentuk perbudakan, keragaman regional, serta pengalaman sosial para budak. Lebih jauh lagi, kesinambungan antara bentuk-bentuk kerja paksa dan eksploitasi manusia pada masa prakolonial, kolonial, pascakolonial, hingga kontemporer di Indonesia perlu dieksplorasi secara sistematis. Workshop ini bertujuan untuk mempertemukan para akademisi dan komunitas riset Indonesia yang telah mengkaji atau memiliki ketertarikan pada tema ini, serta memunculkan minat di kalangan peneliti muda untuk mengkaji berbagai aspek perbudakan, ‘penghambaan’, dan sistem kerja ‘tak-bebas’ di Indonesia. Melalui refleksi historiografis, studi kasus regional (or: tempatan), dan analisis representasi budaya, program ini juga bertujuan untuk mendorong pemahaman yang lebih terpadu mengenai perbudakan di Indonesia serta memetakan arah penelitian untuk dekade mendatang.
Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Summer School yang tahun ini berlangsung pada 6 hingga 10 Juli 2026. Mengusung tema “Restituting, Reconnecting, Reimagining Sound Heritage”, Summer School 2026 mempertemukan mahasiswa, peneliti, arsiparis, kurator, seniman, hingga perwakilan komunitas dari berbagai negara untuk bersama-sama membahas warisan budaya melalui pendekatan arsip suara. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek riset internasional Re:Sound yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, Universiteit van Amsterdam, dan sejumlah mitra internasional.