Pada Selasa, 28 Juli 2026, Departemen Sejarah bersama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dosen serta mahasiswa-mahasiswi Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). Hal ini merupakan bagian dari kegiatan kunjungan studi yang menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan mengenai pengembangan kajian dan strategi pertahanan nasional. Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan profil institusi oleh perwakilan Sekolah Pascasarjana UGM serta Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi sharing knowledge.
Departemen Sejarah UGM melakukan sesi sharing knowledge bersama Program Studi Sejarah Militer, Fakultas Strategi Pertahanan, Unhan RI. Sesi sharing knowledge ini menyandang tema “Transformasi Historiografi Militer dan Kontribusinya dalam Pertahanan Indonesia”. Melalui sesi ini, kedua institusi dapat berbagi perspektif mengenai perkembangan historiografi militer serta kontribusi kajian sejarah militer terhadap penyusunan strategi pertahanan Indonesia.
Sesi dimulai dengan pemaparan dari mahasiswa Program Studi Sejarah Militer Unhan RI mengenai perkembangan sejarah militer sebagai cabang ilmu sejarah. Presentasi ini secara khusus membahas perubahan paradigma sejarah militer yang sebelumnya cenderung hanya naratif-deskriptif. Seiring perkembangan zaman, kajian sejarah militer menjadi lebih inklusif dan menggunakan pendekatan multidimensional. Mahasiswa-mahasiswi Program Studi Sejarah Militer Unhan RI juga berbagi sumber-sumber alternatif yang digunakan dalam penelitian sejarah militer seperti catatan harian dan sumber lisan. Perkembangan penulisan sejarah militer juga diiringi dengan fokus penulisan yang semakin meluas, misalnya dengan menyoroti pengalaman perempuan atau prajurit biasa pada masa peperangan.
Mahasiswa-mahasiswi Departemen Sejarah UGM kemudian berbagi pengalaman penelitian melalui presentasi dua mahasiswa sarjana yang baru saja menyelesaikan skripsi dengan kajian sejarah militer. Khirana Marwadika mempresentasikan skripsinya yang bertajuk “Stigmatisasi dan Kemunduran Politik Angkatan Udara, 1965–1998.” Sementara itu, M. Nuril Anwar memaparkan skripsinya yang berjudul “Instrumen Pertahanan Home-Front Indonesia: Mobilisasi Persit KCK sebagai Sukarelawati Angkatan Darat, 1964–1966.”
Sesi sharing knowledge ditutup dengan diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa Sejarah UGM dan Sejarah Militer Unhan RI. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk saling bertukar pandangan mengenai metode penelitian, penggunaan sumber sejarah, serta arah perkembangan historiografi militer Indonesia untuk masa yang akan datang. Kegiatan ini telah menjadi wadah bagi dosen-dosen serta mahasiswa-mahasiswi dari kedua institusi untuk memperluas wawasan serta memperkuat jejaring kerja sama.
Penulis: Naureen Hanifa Parikesit


