Pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, Mahasiswa baru Program Studi S1 Sejarah Universitas Gadjah Mada mengikuti kegiatan bimbingan dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) sebagai bagian dari proses pengenalan kehidupan akademik di perguruan tinggi. Kegiatan bimbingan dilaksanakan bersama Prof. Dr. Bambang Purwanto dan Dr. Uji Nugroho Winardi dengan membahas aspek pengembangan diri, kehidupan kemahasiswaan, hingga hal-hal teknis terkait perkuliahan.
Dalam sesi bimbingan bersama Prof. Dr. Bambang Purwanto, mahasiswa terlebih dahulu diperkenankan untuk mengenalkan diri masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kehidupan kemahasiswaan. Dalam pembahasan mengenai kehidupan mahasiswa, Prof. Dr. Bambang Purwanto menekankan pentingnya lingkungan yang inklusif dan suportif. Keberadaan mahasiswa dengan berbagai latar belakang dan kondisi membutuhkan dukungan dari lingkungan akademik agar setiap mahasiswa dapat berkembang secara optimal. Hal tersebut menunjukkan pentingnya supporting class dan dukungan antarmahasiswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Prof. Dr. Bambang Purwanto juga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menemukan minat dan jati diri selama menjalani perkuliahan. Mahasiswa yang merasa bahwa bidang sejarah bukan merupakan minatnya, didorong untuk berani mengevaluasi pilihannya dan mencari bidang yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Hal ini disampaikan karena mempelajari sejarah bukanlah proses yang sederhana, melainkan membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan ketertarikan terhadap bidang tersebut. Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi salah satu perhatian, menurut Prof. Dr. Bambang Purwanto, kekayaan kemampuan berbahasa menjadi salah satu keterampilan yang dapat mendukung keberhasilan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademiknya.
Selain pembahasan mengenai pengembangan diri, mahasiswa mendapatkan penjelasan teknis mengenai sistem perkuliahan, Satuan Kredit Semester (SKS), mata kuliah, serta kurikulum inti Program Studi S1 Sejarah. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan ketentuan jumlah SKS yang dapat diambil berdasarkan Indeks Prestasi Semester (IPS), serta mendapatkan penjelasan mengenai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Sementara itu, dalam sesi bimbingan bersama Dr. Uji Nugroho Winardi mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai kehidupan sebagai mahasiswa UGM. Materi yang disampaikan mencakup sistem Satuan Kredit Semester (SKS), mekanisme pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), serta pengenalan berbagai mata kuliah yang ditawarkan. Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai kurikulum baru yang diterapkan oleh UGM. Pembahasan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami sistem perkuliahan yang akan mereka jalani serta mempersiapkan rencana studi selama menempuh pendidikan di Program Studi S1 Sejarah.
Melalui kegiatan bimbingan ini, mahasiswa baru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek teknis perkuliahan, tetapi juga mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan potensi diri, kemampuan berbahasa, dan pentingnya membangun relasi dengan lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah awal bagi mahasiswa dalam beradaptasi dengan kehidupan akademik dan mengembangkan diri selama menempuh pendidikan di UGM.
Penulis: Rizkia Pertiwi

