Pada Senin, 24 Agustus 2026, Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kuliah perdana bersama Prof. Kate McGregor dari University of Melbourne, dalam rangka menyambut mahasiswa dan tahun ajaran baru 2026/2027. Kegiatan berlangsung di Auditorium Gedung Soegondo lantai 7 dan menghadirkan pembahasan mengenai buku Pembungkaman Sistemik: Aktivisme, Ingatan, dan Kekerasan Seksual di Indonesia karya Prof. Kate McGregor.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Wildan Sena Utama, dosen Departemen Sejarah UGM, yang bertindak sebagai moderator. Dalam sesi pembukaan, Dr. Wildan Sena Utama memperkenalkan Prof. Kate McGregor sekaligus memberikan pengantar mengenai buku yang menjadi fokus pembahasan dalam kuliah perdana.
Prof. Kate McGregor menjelaskan latar belakang penelitian yang mendasari penulisan Pembungkaman Sistemik: Aktivisme, Ingatan, dan Kekerasan Seksual di Indonesia. Gagasan penelitian tersebut bermula ketika Prof. Kate mengajar mengenai sejarah comfort women di Korea dan muncul pertanyaan tentang bagaimana pengalaman perempuan Indonesia ditempatkan dalam sejarah serupa. Keterbatasan sumber mengenai pengalaman perempuan Indonesia menjadi salah satu tantangan dalam penelitian tersebut. Dari persoalan tersebut, muncul berbagai pertanyaan mengenai posisi perempuan Indonesia dalam sejarah, pandangan masyarakat Indonesia terhadap penjajahan Jepang secara lebih luas, serta keterkaitan pengalaman kekerasan seksual dengan konteks militer di Indonesia dan dinamika aktivisme hak asasi manusia pada masa Orde Baru.
Kegiatan dilanjutkan dengan tanggapan dari Dr. Widya Fitria Ningsih, dosen Departemen Sejarah, Universitas Gadjah Mada, selaku pembahas. Dalam tanggapannya, Dr. Widya menyoroti posisi Prof. Kate tidak hanya sebagai sejarawan, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki perhatian kuat terhadap isu kemanusiaan dan aktivisme. “Bu Kate bukan hanya sejarawan, tetapi juga seorang aktivis kemanusiaan,” tuturnya.
Dr. Widya Fitrianingsih juga memberikan catatan kritis mengenai absennya pengalaman perempuan-perempuan dari kelompok akar rumput atau “perempuan-perempuan kecil” dalam buku Pembungkaman Sistemik: Aktivisme, Ingatan, dan Kekerasan Seksual di Indonesia. Catatan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam diskusi karena menunjukkan bagaimana penulisan sejarah mengenai kekerasan seksual juga perlu memperhatikan keberagaman pengalaman dan suara perempuan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan buku serta isu sejarah kekerasan seksual, ingatan, dan aktivisme di Indonesia. Kuliah perdana kemudian ditutup oleh moderator dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Melalui kegiatan ini, Departemen Sejarah UGM tidak hanya menyambut mahasiswa dalam memasuki tahun ajaran baru, tetapi juga menghadirkan ruang akademik untuk memperkenalkan kajian sejarah yang kritis dan relevan dengan berbagai persoalan sosial.
Penulis: Rizkia Pertiwi


