• UGM
  • FIB
  • Webmail
  • Academic Portal
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Departemen
    • Staf
    • Kontak
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Mata Kuliah Program Sarjana
      • Magang/Kegiatan Luar Kampus
      • Klinik Skripsi
    • Program Magister
      • Mata Kuliah Program Magister
      • Kolokium
    • Summer School
    • Intended Learning Outcomes (ILOs)
  • Kabar
    • Berita
    • Agenda
  • Riset
    • Internal
    • Kerja Sama
  • Publikasi
    • Lembaran Sejarah
    • Histma
    • Publikasi Staf
  • Mahasiswa
    • BKMS
    • History Week
  • Alumni
    • Kasagama
    • Career Development Center
  • Beranda
  • berita
  • Menimbang Ulang Studi Asia Tenggara dari Perspektif Filipina dalam Kuliah Umum Lermie Shayne Garcia

Menimbang Ulang Studi Asia Tenggara dari Perspektif Filipina dalam Kuliah Umum Lermie Shayne Garcia

  • berita
  • 5 Mei 2026, 12.46
  • Oleh: sejarah
  • 0

Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan public lecture pada Senin, 4 Mei 2026 yang bertempat di Fakultas Ilmu Budaya UGM, dengan menghadirkan Lermie Shayne Garcia sebagai pembicara. Ia merupakan pengajar di Ateneo de Manila University dengan fokus kajian pada kepemimpinan dan demokratisasi di Filipina serta Indonesia, sekaligus meneliti perkembangan studi Asia Tenggara. Ia juga menempuh pendidikan doktoral di City University of Hong Kong.

Dalam materinya yang berjudul Mapping Southeast Asian Studies in the Philippines: Local Perspective and Regional Collaboration, Shayne memulai dengan melihat hubungan akademik Indonesia dan Filipina di masa lalu. Ia menyebut bahwa pada awal abad ke 20, Filipina pernah menjadi tujuan studi bagi para akademisi Indonesia, terutama mereka yang mendalami isu agraria dan pertanahan. Namun kondisi tersebut sekarang sudah jauh berkurang. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa membuka lagi ruang kerja sama antarnegara, khususnya dalam bidang akademik. Shayne juga menyoroti bahwa kajian Indonesia dan Filipina selama ini lebih sering dibahas dalam ranah politik dan hubungan internasional. Padahal, menurutnya, pendekatan sejarah juga penting untuk melihat hubungan kedua negara secara lebih luas.

Salah satu bagian yang cukup menarik dari kuliah umum ini adalah ketika Shayne membandingkan kepemimpinan Joko Widodo dan Rodrigo Duterte. Ia menyadari bahwa perbandingan ini sering menimbulkan reaksi karena citra keduanya cukup berbeda. Duterte dikenal lebih kontroversial, sementara Jokowi cenderung dipandang lebih moderat. Meski begitu, Shayne melihat ada beberapa kesamaan. Keduanya memiliki latar belakang sebagai wali kota sebelum akhirnya menjabat sebagai presiden, dan sama sama meniti karier dari level lokal lewat pemilihan langsung. Ia menyinggung keberhasilan Rodrigo Duterte dalam membenahi Davao hingga menjadi lebih tertib, serta Joko Widodo yang mampu mendorong kemajuan Kota Solo.

Di bagian lain, Shayne juga menyoroti berbagai tantangan dalam studi Asia Tenggara. Ia menyoroti minimnya minat untuk mempelajari bahasa Filipina karena mayoritas literatur mengenai Asia Tenggara ditulis dalam bahasa Inggris. Akibatnya, mahasiswa Filipina sering menggunakan buku dari penulis luar untuk memahami kawasan mereka sendiri. Ia juga menyinggung bahwa banyak kajian tentang Asia Tenggara justru dikerjakan oleh peneliti dari luar kawasan. Sementara itu, ketertarikan dari negara seperti Amerika, Eropa, dan Jepang kini cenderung menurun. Kondisi ini kemudian berpengaruh pada makin terbatasnya akses pendanaan untuk riset.

Shayne kemudian mengingatkan pentingnya kesadaran posisi peneliti saat melakukan penelitian. Ia menekankan bahwa Asia Tenggara seharusnya tidak hanya menjadi objek kajian semata, tetapi juga bisa menjadi sumber pengetahuan dan teori.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang cukup aktif. Shayne bahkan menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada yang dinilainya kritis melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Diskusi tersebut menjadi penutup yang memperlihatkan bahwa minat terhadap studi Asia Tenggara masih tetap hidup di kalangan mahasiswa.


Penulis: Ray Augusta



Tags: Asia Tenggara Filipina SDGs 16 SDGs 17 SDGs 4

Berita Terakhir

  • Mahasiswa Sejarah UGM Dalami Penelitian Sejarah Melalui Kunjungan ke Perpusnas dan ANRI
  • Departemen Sejarah UGM dan MSI Cabang Yogyakarta Mengadakan Seminar Refleksi Pendidikan di Indonesia
  • Menimbang Ulang Studi Asia Tenggara dari Perspektif Filipina dalam Kuliah Umum Lermie Shayne Garcia
  • Bertepatan dengan Hari Kartini, Dosen Sejarah UGM Mutiah Amini Dikukuhkan sebagai Guru Besar
  • Dosen Sejarah UGM Nur Aini Setiawati Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Angkat Isu Reforma Agraria Indonesia dan Korea

Arsip

  • Mei 2026
  • April 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Mei 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • November 2020
  • Agustus 2019
  • Maret 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • September 2018
  • Mei 2018
  • September 2017
  • Juli 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Kategori

  • agenda
  • alumni
  • beasiswa
  • berita
  • lowongan
  • penelitian
  • pengumuman
  • selisik
  • summer school
Universitas Gadjah Mada

Departemen Sejarah

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gedung Soegondo, Lantai 3
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur Yogyakarta
  +62 274 513 096
+62 813 1444 4274
  sejarah@ugm.ac.id

Akademik

  • Program Sarjana
  • Program Magister

Berita & Agenda

  • Berita
  • Agenda

Tentang

  • Staf
  • Departemen
  • Fakultas
  • UGM

Ikuti Kami

Sejarah UGM

Sejarah UGM

Sejarah UGM

© 2026 | Departemen Sejarah UGM

BeritaAgenda

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY