• UGM
  • FIB
  • Webmail
  • Academic Portal
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Departemen
    • Staf
    • Kontak
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Mata Kuliah Program Sarjana
      • Magang/Kegiatan Luar Kampus
      • Klinik Skripsi
    • Program Magister
      • Mata Kuliah Program Magister
      • Kolokium
    • Summer School
    • Intended Learning Outcomes (ILOs)
  • Kabar
    • Berita
    • Agenda
  • Riset
    • Internal
    • Kerja Sama
  • Publikasi
    • Lembaran Sejarah
    • Histma
    • Publikasi Staf
  • Mahasiswa
    • BKMS
    • History Week
  • Alumni
    • Kasagama
    • Career Development Center
  • Beranda
  • berita
  • Dosen Sejarah UGM Nur Aini Setiawati Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Angkat Isu Reforma Agraria Indonesia dan Korea

Dosen Sejarah UGM Nur Aini Setiawati Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Angkat Isu Reforma Agraria Indonesia dan Korea

  • berita
  • 15 April 2026, 14.25
  • Oleh: sejarah
  • 0

Universitas Gadjah Mada kembali mengukuhkan seorang guru besar dari Fakultas Ilmu Budaya melalui sidang terbuka yang digelar di Balai Senat, Selasa (14/4). Dalam kesempatan tersebut, Nur Aini Setiawati menyampaikan suatu pidato yang berjudul “Dari Reforma Agraria Menuju Pembangunan Pertanian: Indonesia dan Korea”.

Dalam pidatonya tersebut, ia menelusuri bagaimana reforma agraria muncul sebagai bagian dari upaya pembaruan struktur sosial dan ekonomi di kedua negara. Ia menjelaskan bahwa agenda ini pada dasarnya bertujuan mengatasi ketimpangan penguasaan tanah yang telah terbentuk sejak masa kolonial dan feodalisme. Namun, perjalanan kebijakan tersebut menunjukkan arah yang tidak selalu sejalan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Korea Selatan tidak terlepas dari konsistensi dalam menjadikan reforma agraria sebagai dasar pembangunan nasional, termasuk dalam mendukung industrialisasi dan peningkatan kesejahteraan petani. Sebaliknya, Indonesia dinilai menghadapi berbagai kendala seperti konflik ideologis, lemahnya birokrasi, serta keterputusan antara kebijakan agraria dan strategi industrialisasi. “Dari temuan tersebut, terlihat bahwa kedua negara menghadapi tantangan serupa berupa ketimpangan lahan, rendahnya produktivitas tradisional, dan keterbatasan infrastruktur, namun hanya negara dengan tata kelola agraria yang konsisten mampu mentransformasikannya menjadi kekuatan pembangunan nasional,” ujarnya.

Lebih jauh, pidato ini menekankan bahwa reforma agraria tidak dapat dipahami sebagai kebijakan tunggal yang berdiri sendiri. Ia perlu dihubungkan dengan strategi pembangunan yang lebih luas, terutama dalam sektor pertanian dan industrialisasi. Tanpa dukungan kebijakan yang terintegrasi, upaya redistribusi tanah berisiko tidak menghasilkan perubahan yang signifikan. Melalui pendekatan historis, Nur Aini menekankan pentingnya memahami kebijakan dalam konteks sosial dan politik yang melingkupinya. “Refleksi historis yang dihasilkan dari studi ini dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan kajian agraria yang lebih komprehensif, kritis, dan relevan dengan tantangan pembangunan pertanian masa kini,” ujarnya.


Penulis: Ray Augusta



Tags: Agraria Guru Besar

Berita Terakhir

  • Dosen Sejarah UGM Nur Aini Setiawati Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Angkat Isu Reforma Agraria Indonesia dan Korea
  • Mahasiswa Sejarah Universitas Gadjah Mada Gali Jejak Sejarah Lokal melalui Praktik Sejarah Lisan di Kulon Progo
  • Mengembangkan Metodologi Sejarah Lisan untuk Historiografi Asia Tenggara
  • Call for Papers: Social Histories of Development in Indonesia, 1950-2010
  • Lee Kuan Yew dan Tokoh Asia Tenggara dalam Perspektif Sejarah Pemikiran Politik

Arsip

  • April 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Mei 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • November 2020
  • Agustus 2019
  • Maret 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • September 2018
  • Mei 2018
  • September 2017
  • Juli 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Kategori

  • agenda
  • alumni
  • beasiswa
  • berita
  • lowongan
  • penelitian
  • pengumuman
  • selisik
  • summer school
Universitas Gadjah Mada

Departemen Sejarah

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gedung Soegondo, Lantai 3
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur Yogyakarta
  +62 274 513 096
+62 813 1444 4274
  sejarah@ugm.ac.id

Akademik

  • Program Sarjana
  • Program Magister

Berita & Agenda

  • Berita
  • Agenda

Tentang

  • Staf
  • Departemen
  • Fakultas
  • UGM

Ikuti Kami

Sejarah UGM

Sejarah UGM

Sejarah UGM

© 2025 | Departemen Sejarah UGM

BeritaAgenda

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY