• UGM
  • FIB
  • Webmail
  • Academic Portal
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Departemen
    • Staf
    • Kontak
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Mata Kuliah Program Sarjana
      • Magang/Kegiatan Luar Kampus
      • Klinik Skripsi
    • Program Magister
      • Mata Kuliah Program Magister
      • Kolokium
    • Summer School
    • Intended Learning Outcomes (ILOs)
  • Kabar
    • Berita
    • Agenda
  • Riset
    • Internal
    • Kerja Sama
  • Publikasi
    • Lembaran Sejarah
    • Histma
    • Publikasi Staf
  • Mahasiswa
    • BKMS
    • History Week
  • Alumni
    • Kasagama
    • Career Development Center
  • Beranda
  • berita
  • Bertepatan dengan Hari Kartini, Dosen Sejarah UGM Mutiah Amini Dikukuhkan sebagai Guru Besar

Bertepatan dengan Hari Kartini, Dosen Sejarah UGM Mutiah Amini Dikukuhkan sebagai Guru Besar

  • berita
  • 22 April 2026, 15.11
  • Oleh: sejarah
  • 0

Universitas Gadjah Mada mengukuhkan dosen sejarah, Mutiah Amini, sebagai Guru Besar dalam bidang Sejarah Sosial Perkotaan pada Selasa, 21 April 2026, yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Momentum ini sekaligus memperkuat relevansi tema yang diangkat dalam pidato pengukuhannya.

Mutiah menilai pemikiran Kartini selama ini kerap disederhanakan hanya sebagai simbol emansipasi perempuan. Padahal, menurutnya, gagasan Kartini mencakup isu kemanusiaan yang lebih luas, termasuk kehidupan sosial masyarakat kota. “Tanpa membatasi pada identitas gender, kelas, ras, dan etnisitas, peringatan Hari Kartini sejatinya merupakan sebuah penghargaan terhadap ide kemanusiaan, yang sayangnya sering kali disederhanakan menjadi sebuah penghargaan untuk emansipasi perempuan saja,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Mutiah menjelaskan bahwa Kartini telah mengamati perubahan kota sejak akhir abad ke-19, terutama terkait modernisasi dan munculnya ruang sosial baru. Kartini mempertanyakan apakah pembangunan tersebut sudah mempertimbangkan aspek sosial warga yang menggunakannya. Menurut Mutiah, persoalan itu masih relevan hingga kini. Ia menyoroti bahwa pembangunan kota sering kali lebih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dibanding kebutuhan sosial masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjadikan warga sebagai pusat dalam perencanaan kota agar tercipta ruang yang lebih adil.

“Dengan menempatkan imajinasi warga sebagai fondasi pembangunan perkotaan, pemenuhan hak warga yang selama ini tereksklusi dari proses pembangunan akan menjadi lebih manusiawi,” tegasnya.

Mutiah juga menelusuri perkembangan ruang sosial perkotaan di Indonesia dari masa kolonial hingga kemerdekaan. Ia menyebut bahwa pembangunan kota sejak awal sering kali menciptakan ketimpangan, mulai dari segregasi sosial pada masa kolonial hingga dominasi kapital dalam pembangunan kota modern. Pengukuhan ini menegaskan kontribusi Mutiah

Amini dalam kajian sejarah sosial perkotaan, sekaligus menunjukkan bahwa pemikiran Kartini masih relevan untuk memahami tantangan kehidupan kota saat ini.


Penulis: Ray Augusta



Tags: Guru Besar Kartini SDGs 10 SDGs 4 SDGs 5 Sosial Perkotaan

Berita Terakhir

  • Bertepatan dengan Hari Kartini, Dosen Sejarah UGM Mutiah Amini Dikukuhkan sebagai Guru Besar
  • Dosen Sejarah UGM Nur Aini Setiawati Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Angkat Isu Reforma Agraria Indonesia dan Korea
  • Mahasiswa Sejarah Universitas Gadjah Mada Gali Jejak Sejarah Lokal melalui Praktik Sejarah Lisan di Kulon Progo
  • Sadiah Boonstra Bahas Sejarah, Memori, dan Warisan dalam Kuliah Tamu
  • Mengembangkan Metodologi Sejarah Lisan untuk Historiografi Asia Tenggara

Arsip

  • April 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Mei 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • November 2020
  • Agustus 2019
  • Maret 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • September 2018
  • Mei 2018
  • September 2017
  • Juli 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Kategori

  • agenda
  • alumni
  • beasiswa
  • berita
  • lowongan
  • penelitian
  • pengumuman
  • selisik
  • summer school
Universitas Gadjah Mada

Departemen Sejarah

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gedung Soegondo, Lantai 3
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur Yogyakarta
  +62 274 513 096
+62 813 1444 4274
  sejarah@ugm.ac.id

Akademik

  • Program Sarjana
  • Program Magister

Berita & Agenda

  • Berita
  • Agenda

Tentang

  • Staf
  • Departemen
  • Fakultas
  • UGM

Ikuti Kami

Sejarah UGM

Sejarah UGM

Sejarah UGM

© 2025 | Departemen Sejarah UGM

BeritaAgenda

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY