Pada Rabu, 1 Oktober 2025, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Program Studi Magister Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada mengadakan suatu kegiatan launching buku “Rethinking Histories of Indonesia: Experiencing, Resisting, and Renegotiating Coloniality” yang coba dikolaborasikan serta dikaitkan dengan rangkaian kegiatan Go South (Annual Convention on The Global South) 2025 yang mengusung tema 70 Years Bandung Spirit (Re-Invigorating Decolonial Struggle Amidst Geopolitical Turbulence). Turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini beberapa dosen dan tenaga pengajar dari Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada seperti Dr. Abdul Wahid M.Hum., M.Phil., Dr. Widya Fitria Ningsih S.S., M.A., dan Dr. Wildan Sena Utama S.S., M.A., yang berpartisipasi sebagai pembicara, penanggap, dan juga moderator dalam kegiatan ini. Disamping para ahli dan peneliti yang berasal dari Universitas Gadjah Mada, kegiatan peluncuran buku ini pula turut dihadiri oleh para peneliti dari luar Universitas Gadjah Mada utamanya yang turut terlibat dalam kajian dan penulisan buku ini seperti Prof. Katherine McGregor (University of Melbourne), Brigitta Isabella M.A. (Institut Seni Indonesia), dan Dr. I Ngurah Suryawan (Universitas Papua).
Hosted in Europe or Southeast Asian countries | 3 Fellowships | 2 months each
Application deadline: 31 December 2025
Fellowship period: Autumn 2026
The Restituting, Reconnecting, Reimagining Sound Heritage (Re:Sound) project invites applications for three short-term research fellowships aimed at scholars, curators, artists, and source community members from Southeast Asia. These fellowships seek to support original research and curatorial experimentation within two main sound collections in the Netherlands: The Jaap Kunst Collection at the Universiteit van Amsterdam (UvA) and The Philips Omroep-Hollandse Indies radio broadcasts at the Netherlands Institute for Sound and Vision (NISV), or other repositories of source communities from Southeast Asia in Europe and repositories in Southeast Asia relevant to Re:Sound.
Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan bangga mengumumkan peluncuran situs web resmi program penelitian internasional bertajuk Exploring New Futures for Indonesian Objects: Dismantling Colonial Knowledge Production and Recovering Lost Histories and Memories, yang dapat diakses melalui laman https://pastfutureheritage.fib.ugm.ac.id/. Resmi diluncurkan pada 30 September 2025, website tersebut merupakan bagian dari riset kolaboratif antara Universitas Gadjah Mada dan University of Amsterdam (UvA), yang menjadi bagian dari program Dutch Research Agenda (NWA) bertema “Research into Collections with a Colonial Context”.
Pada Jumat, 19 September 2025, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dari Kolonel Caj. Dr Kusuma M.Si., seorang alumni Program Sarjana Sejarah Universitas Gadjah Mada tahun 1992 yang saat ini bertugas sebagai pengajar dan kepala Program Studi Magister Manajemen Bencana, Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan. Dalam kesempatan ini beliau memberikan kuliah tamu terkait “Perspektif Baru” dalam penulisan narasi sejarah militer secara akademik kepada Mahasiswa S1 Sejarah Universitas Gadjah Mada yang sedang mengambil mata kuliah Dasar-Dasar Teori dan Metodologi Sejarah. Dalam kuliah ini beliau menyampaikan materi terkait pentingnya kajian sejarah militer sebagai pola dan khazanah kajian baru dalam Historiografi Sejarah Indonesia yang dilakukan melalui metode dan pendekatan secara akademik. Pada kuliah ini, beliau pula menyempatkan diri untuk berbagai ilmu dan pengalaman terkait manfaat dan peran dari pemahaman serta kemampuan dalam membaca, melakukan interpretasi, dan menuliskan suatu realitas sosial dalam berbagai tugas dan tanggung jawab yang beliau emban sebagai seorang tentara. Kesabaran dan ketelitian dalam mengambil keputusan serta kebijakan merupakan sikap dan ilmu penting lainnya yang beliau dapatkan saat menempuh studi S1 di Departemen Sejarah UGM yang menjadi sikap pedoman beliau dalam menjalankan tugas kedinasan. Kegiatan perkuliahan berlangsung secara interaktif dimana mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya serta berdiskusi terkait materi yang beliau sampaikaan. Pada ujung kegiatan beliau menitipkan pesan kepada seluruh mahasiswa bahwa kajian dan lulusan bidang sejarah merupakan salah satu aspek yang penting dan diperhitungkan secara karir utamanya yang berkaitan dengan dinas kemiliteran karena dalam berbagai operasi, pengambilan kebijakan, serta keputusan strategis selalu melibatkan pendekatan historis untuk menganalisis suatu persoalan yang terjadi. Beliau pula mengajak para mahasiswa yang memiliki minat serta harapan untuk bergabung sebagai sejarawan militer untuk mempersiaapkan diri sejak saat ini tidak hanya persiapan yang bersifat akademis, melainkan pula persiapan secara fisik, mental, dan juga rohani.
Kondisi ruang kelas 325 saat dipakai untuk kuliah perdana mahasiswa pascasarjana. Foto: Muhammad Fadhlan Hamidan
Pada Kamis, 14 Agustus 2025, dari pukul 10.00 hingga 11.15 WIB, Departemen Sejarah menyelenggarakan kuliah perdana bagi mahasiswa pascasarjana. Kuliah ini dihadiri oleh 31 mahasiswa baik di tingkat magister maupun mahasiswa doktoral.
Kuliah dibuka oleh Farabi Fakih selaku ketua prodi pascasarjana. Kuliah dimulai dengan penyampaian beberapa pengetahuan seputar program pascasarjana di Departemen Sejarah. Program ini berupa: jadwal mata kuliah, tenaga pendidik, dan kegiatan diluar kuliah yang bisa diikuti oleh mahasiswa pascasarjana, seperti lokakarya, summer school, konferensi, seminar, paruh waktu departemen, dan lain-lain.
Hasna Fuadilla H. saat menyampaikan testimoninya ketika menempuh pendidikan pascasarjana Sejarah UGM. Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
Pada 11 Juli 2025, dari jam 09.00 hingga 12.00 WIB, telah terlaksana sosialisasi oleh Departemen Sejarah, yang bekerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yang bertajuk “Program Pascasarjana Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Bagi Pegawai Arsip Nasional Republik Indonesia”. Acara dihadiri oleh Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB UGM, Dr. Nur Saktiningrum, dan Ketua Program Studi S2 Sejarah, Dr. Farabi Fakih selaku pembicara.
Isu lingkungan yang muncul di abad ke-21 mungkin menjadi salah satu problem yang paling mendesak dan relevan bagi para akademisi dan juga aktivis lingkungan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Solusi yang selama ini tampak bersifat teknokratis nyatanya hanya cenderung menghasilkan marjinalisasi dan kekerasan yang terus berlanjut—bahkan terus menguat. Oleh karena itu, memahami dan mengeksplorasi ragam potensi dan juga limitasi yang ada atas permasalahan lingkungan merupakan sesuatu yang perlu dilakukan.
Restituting, Reconnecting, Reimagining Sound Heritage (Re:Sound)
Institutions : Universitas Gadjah Mada (UGM) and Universiteit van Amsterdam (UvA)
Funding Body : The Dutch Research Council (NWO)
Application Deadline : 5 May 2025
Start Date : 1 August 2025
Duration : 3 years (full-time)
Project Overview
Re:Sound renegotiates Eurocentric understandings, conceptions and curations of “heritage”. This Eurocentrism obscures the coloniality of the history that “heritage” is supposed to narrate and obstructs the access of source community stakeholders to their own “heritage”. There is no scholarly or curatorial model to decenter European agencies and diversify understandings of heritage (curation). Re:Sound bridges this knowledge gap by focusing on sonic heritage, in particular two colonial sound collections from Indonesia, now located in the Netherlands, The Jaap Kunst Collection at the University of Amsterdam, and the Philips Holland Omroep-Hollandse Indies radio broadcasts at the Netherlands Institute for Sound and Vision (NISV).
Following the launching of the research project on Lombok Heritage, the Department of History, Universitas Gadjah Mada (UGM) hosted a public lecture titled “Beyond the Point of No Return: The Re-Emergence of Indonesian Debates and Concepts on the Return of Cultural Objects”. The public lecture was delivered by Dr. Sadiah Boonstra, a historian and curator, as well as the founder of CultureLab Consultancy. She is also one of the postdoctoral researchers within the Indonesia-Netherlands research consortium focused on the Lombok Heritage.
Image: Jaap Kunst’s Collection, Universiteit van Amsterdam, Olivier Middendorp.
We are delighted to announce that our collaborative research team at the Department of History, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada, and the Department of Musicology at the University of Amsterdam (UvA) has been awarded a significant grant from the Royal Dutch Research Council (NWO) under the Research into Collections with a Colonial Context program to support our research project, Restituting, Reconnecting, and Reimagining Sound Heritage (Re:Sound).