Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan public lecture pada Senin, 4 Mei 2026 yang bertempat di Fakultas Ilmu Budaya UGM, dengan menghadirkan Lermie Shayne Garcia sebagai pembicara. Ia merupakan pengajar di Ateneo de Manila University dengan fokus kajian pada kepemimpinan dan demokratisasi di Filipina serta Indonesia, sekaligus meneliti perkembangan studi Asia Tenggara. Ia juga menempuh pendidikan doktoral di City University of Hong Kong.
Dalam materinya yang berjudul Mapping Southeast Asian Studies in the Philippines: Local Perspective and Regional Collaboration, Shayne memulai dengan melihat hubungan akademik Indonesia dan Filipina di masa lalu. Ia menyebut bahwa pada awal abad ke 20, Filipina pernah menjadi tujuan studi bagi para akademisi Indonesia, terutama mereka yang mendalami isu agraria dan pertanahan. Namun kondisi tersebut sekarang sudah jauh berkurang. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa membuka lagi ruang kerja sama antarnegara, khususnya dalam bidang akademik. Shayne juga menyoroti bahwa kajian Indonesia dan Filipina selama ini lebih sering dibahas dalam ranah politik dan hubungan internasional. Padahal, menurutnya, pendekatan sejarah juga penting untuk melihat hubungan kedua negara secara lebih luas.