• UGM
  • FIB
  • Webmail
  • Academic Portal
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Departemen
    • Staf
    • Kontak
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Mata Kuliah Program Sarjana
      • Magang/Kegiatan Luar Kampus
      • Klinik Skripsi
    • Program Magister
      • Mata Kuliah Program Magister
      • Kolokium
    • Summer School
    • Intended Learning Outcomes (ILOs)
  • Kabar
    • Berita
    • Agenda
  • Riset
    • Internal
    • Kerja Sama
  • Publikasi
    • Lembaran Sejarah
    • Histma
    • Publikasi Staf
  • Mahasiswa
    • BKMS
    • History Week
  • Alumni
    • Kasagama
    • Career Development Center
  • Beranda
  • berita
  • Sadiah Boonstra Bahas Sejarah, Memori, dan Warisan dalam Kuliah Tamu

Sadiah Boonstra Bahas Sejarah, Memori, dan Warisan dalam Kuliah Tamu

  • berita
  • 13 April 2026, 12.30
  • Oleh: sejarah
  • 0

Departemen Sejarah bersama Departemen Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “The Shaping of the Past: History, Memory, and Heritage” yang berlangsung pada 6 hingga 9 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Sadiah Boonstra, sejarawan dan kurator berbasis di Jakarta, pendiri CultureLab Consultancy Indonesia, Peneliti Senior di Universitas Gadjah Mada, dan Anggota Senior Kehormatan di Universitas Melbourne. Perkuliahan berlangsung selama empat hari dan dilaksanakan secara bergantian di dua tempat berbeda, Fakultas Ilmu Budaya dan Pascasarjana UGM.

Materi yang disampaikan menyoroti hubungan erat antara sejarah, memori, dan warisan budaya, serta bagaimana ketiganya dibentuk dan dipahami dalam kehidupan sosial. Selain mendengarkan pemaparan, mahasiswa juga dilibatkan dalam diskusi, analisis bacaan, dan refleksi terhadap berbagai studi kasus, mulai dari museum hingga karya seni.

Pada hari pertama, pembahasan difokuskan pada konsep dasar sejarah dan memori. Sadiah menjelaskan perbedaan antara memori individu dan kolektif, serta bagaimana keduanya saling berhubungan dalam membentuk pemahaman tentang masa lalu. Diskusi ini merujuk pada pemikiran Aleida Assmann yang melihat hubungan sejarah dan memori sebagai sesuatu yang dinamis.

Hari kedua membahas keterkaitan antara sejarah, warisan, dan seni pertunjukan. Mahasiswa diajak menganalisis diorama sebagai media visual yang merepresentasikan sejarah. Salah satu fokusnya adalah karya Edhi Sunarso, termasuk bagaimana proses pembuatannya dan sejauh mana diorama tersebut dapat dianggap akurat secara historis, khususnya dalam kasus diorama Supersemar.

Pada hari ketiga, pembahasan beralih ke tema politik memori dan kekerasan. Mahasiswa diajak memahami bagaimana ingatan atas peristiwa traumatis, seperti kekerasan massal dan genosida, dibentuk oleh proses sosial dan politik. Diskusi juga menyoroti bagaimana suatu masyarakat menghadapi dan menafsirkan kembali masa lalunya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembahasan yang mengaitkan kembali sejarah, memori, dan warisan dalam konteks yang lebih luas. Mahasiswa didorong untuk melihat bahwa narasi sejarah tidak pernah netral, melainkan dipengaruhi oleh kepentingan, kekuasaan, dan identitas, serta dapat saling bertemu atau bahkan bertentangan dalam berbagai konteks.

Sepanjang kegiatan, suasana kuliah berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan, bertukar pandangan, dan mengaitkan materi dengan pengalaman individu. Diharapkan kuliah ini dapat memperkaya pemahaman kritis mahasiswa terhadap cara sejarah ditulis, diingat, dan direpresentasikan di ruang publik.


Penulis: Ray Augusta



Tags: kekerasan memori politik

Berita Terakhir

  • Dosen Sejarah UGM Nur Aini Setiawati Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Angkat Isu Reforma Agraria Indonesia dan Korea
  • Mahasiswa Sejarah Universitas Gadjah Mada Gali Jejak Sejarah Lokal melalui Praktik Sejarah Lisan di Kulon Progo
  • Sadiah Boonstra Bahas Sejarah, Memori, dan Warisan dalam Kuliah Tamu
  • Mengembangkan Metodologi Sejarah Lisan untuk Historiografi Asia Tenggara
  • Call for Papers: Social Histories of Development in Indonesia, 1950-2010

Arsip

  • April 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Mei 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • November 2020
  • Agustus 2019
  • Maret 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • September 2018
  • Mei 2018
  • September 2017
  • Juli 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Kategori

  • agenda
  • alumni
  • beasiswa
  • berita
  • lowongan
  • penelitian
  • pengumuman
  • selisik
  • summer school
Universitas Gadjah Mada

Departemen Sejarah

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gedung Soegondo, Lantai 3
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur Yogyakarta
  +62 274 513 096
+62 813 1444 4274
  sejarah@ugm.ac.id

Akademik

  • Program Sarjana
  • Program Magister

Berita & Agenda

  • Berita
  • Agenda

Tentang

  • Staf
  • Departemen
  • Fakultas
  • UGM

Ikuti Kami

Sejarah UGM

Sejarah UGM

Sejarah UGM

© 2025 | Departemen Sejarah UGM

BeritaAgenda

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY