Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada angkatan 2023 melaksanakan kunjungan akademik ke Jakarta pada 24 hingga 27 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengenalan sumber dan metode penelitian sejarah kepada mahasiswa semester enam yang dalam waktu dekat akan mulai mempersiapkan penulisan skripsi. Dua lembaga utama yang menjadi tujuan kunjungan ialah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Arsip Nasional Republik Indonesia.
Rombongan mahasiswa berangkat dari lingkungan Fakultas Ilmu Budaya UGM pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 02.00 dini hari. Suasana keberangkatan yang masih gelap tidak mengurangi antusiasme para mahasiswa. Sebagian tampak membawa tas berisi laptop, kamera, hingga catatan kecil yang nantinya digunakan untuk mendokumentasikan berbagai informasi selama kegiatan berlangsung. Perjalanan menuju Jakarta ditempuh menggunakan bus dan berlangsung selama kurang lebih setengah hari.
Sesampainya di Jakarta, rombongan tiba di kawasan Kemayoran pada siang hari untuk beristirahat di hotel yang telah disiapkan. Hari pertama dimanfaatkan mahasiswa untuk menjelajahi sejumlah titik di ibu kota secara mandiri. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mengenal atmosfer kota sekaligus melepas penat setelah perjalanan panjang dari Yogyakarta.
Beberapa mahasiswa memilih mengunjungi kawasan Blok M yang dikenal sebagai salah satu pusat anak muda di Jakarta. Sebagian lainnya menuju kawasan SCBD untuk menikmati suasana perkotaan modern, sementara kelompok lain menghabiskan sore hingga malam di Kota Tua Jakarta yang menyimpan banyak bangunan bersejarah peninggalan kolonial. Tidak sedikit pula mahasiswa yang memanfaatkan waktu tersebut untuk mencicipi kuliner khas Jakarta dan berdiskusi santai mengenai rencana penelitian yang ingin mereka kerjakan di masa mendatang.
Agenda utama dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 saat rombongan berkunjung ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Gedung perpustakaan yang menjulang tinggi di kawasan Jakarta Pusat itu menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar mahasiswa. Setibanya di lokasi, mahasiswa disambut oleh pegawai Perpusnas yang kemudian memberikan pemaparan mengenai fasilitas, layanan, serta sistem akses koleksi yang tersedia.
Dalam sesi pengenalan, mahasiswa dijelaskan mengenai fungsi setiap lantai di gedung Perpusnas yang memiliki total 24 lantai. Penjelasan tersebut meliputi ruang koleksi umum, layanan referensi, koleksi langka, hingga fasilitas digital yang dapat diakses oleh pengunjung. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengarahan mengenai tata cara pencarian katalog dan penggunaan sistem perpustakaan berbasis digital yang kini menjadi salah satu penunjang utama penelitian akademik.
Tidak hanya mendengarkan pemaparan, mahasiswa juga diajak secara langsung untuk membuat kartu anggota Perpusnas. Proses tersebut menjadi langkah penting agar mahasiswa dapat mengakses berbagai koleksi dan layanan secara lebih leluasa, baik untuk kebutuhan penelitian saat ini maupun di masa mendatang. Setelah sesi pengenalan selesai, mahasiswa diberikan waktu untuk mengeksplorasi perpustakaan secara mandiri.
Sebagian mahasiswa terlihat langsung menuju ruang koleksi buku langka, sementara lainnya mencoba mengakses katalog digital untuk menelusuri sumber yang berkaitan dengan topik penelitian yang mereka minati. Di beberapa sudut ruang baca, tampak mahasiswa mulai mencatat judul buku, mendokumentasikan arsip katalog, hingga berdiskusi kecil mengenai kemungkinan tema skripsi yang dapat dikembangkan dari temuan mereka hari itu.
Kegiatan berlanjut pada Selasa, 26 Mei 2026 dengan kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI. Berbeda dengan Perpusnas yang berfokus pada koleksi pustaka, ANRI memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan sumber primer sejarah berupa arsip. Rombongan disambut oleh pegawai ANRI yang menariknya juga merupakan alumni Program Studi Sejarah UGM. Dalam sesi pemaparan, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai jenis arsip yang tersimpan di ANRI, mulai dari arsip pemerintahan kolonial, dokumen administrasi negara, foto, peta, hingga arsip audiovisual. Para pegawai juga menjelaskan prosedur akses arsip, mekanisme pencarian data, serta etika penggunaan arsip sebagai sumber penelitian ilmiah.
Mahasiswa kemudian diajak melakukan tur ke ruang baca arsip. Di lokasi tersebut, mereka diperlihatkan secara langsung bagaimana proses peminjaman arsip dilakukan serta tata cara penanganan dokumen yang memerlukan perhatian khusus karena kondisi dan nilai historisnya. Pengalaman tersebut menjadi momen penting karena banyak mahasiswa baru pertama kali melihat secara langsung pengelolaan arsip nasional dalam skala besar.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan mahasiswa kembali menuju Yogyakarta pada Selasa malam dan tiba di FIB UGM pada Rabu, 27 Mei 2026 dini hari. Meski perjalanan berlangsung cukup padat, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para mahasiswa.
Penulis: Ray Augusta



