Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi banding dari Department of History, Faculty of Social Science, Srinakharinwirot University, Thailand. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan dan informasi mengenai pengembangan akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi antara kedua institusi.
Kegiatan diawali dengan pengenalan profil Departemen Sejarah UGM melalui penayangan video. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dr. Abdul Wahid selaku Kepala Departemen Sejarah UGM. Dalam sambutannya, Dr. Abdul Wahid menyampaikan adanya kemungkinan kerja sama dalam berbagai bidang antara Departemen Sejarah UGM dan Department of History, Srinakharinwirot University. Sambutan juga disampaikan oleh Assoc. Prof. Chaticai Muksong, Ph.D. dari Department of History, Srinakharinwirot University. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan studi banding dapat menjadi kesempatan bagi kedua institusi untuk saling bertukar gagasan, informasi, serta mendiskusikan berbagai kemungkinan proyek bersama pada masa mendatang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan profil Department of History, Srinakharinwirot University melalui video profil. Dalam sesi tersebut, diperkenalkan pula mahasiswa dan staf akademik dari departemen tersebut. Salah satu dosen Srinakharinwirot University menyampaikan ketertarikannya terhadap kajian politik di Indonesia, khususnya mengenai sejarah komunisme di Indonesia pada 1965. Ketertarikan tersebut membuat kegiatan studi banding menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan bertukar perspektif mengenai kajian sejarah Indonesia.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan diskusi antara mahasiswa dan dosen dari kedua universitas. Dalam diskusi mahasiswa, peserta saling bertukar informasi mengenai topik penelitian yang sedang mereka kerjakan. Pertukaran tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan minat penelitian sekaligus memperoleh perspektif baru dari mahasiswa dengan latar akademik yang berbeda. Sementara itu, diskusi antardosen membahas berbagai aspek akademik, mulai dari kurikulum dan pembaharuan kurikulum, mata kuliah, proyek akademik, hingga peluang kolaborasi internasional.
Melalui kegiatan studi banding ini, pertukaran gagasan mengenai kurikulum, penelitian, mobilitas mahasiswa, dan kerja sama internasional antara Departemen Sejarah UGM dan Department of History, Srinakharinwirot University diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi terwujudnya berbagai kolaborasi akademik antara kedua departemen pada masa mendatang.
Penulis: Rizkia Pertiwi

