Pada hari Kamis,16 Oktober 2025, Departemen Sejarah FIB UGM bekerjasama dengan Program Studi Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora FIB UGM menyelenggarakan suatu Seminar dan Studi Wawasan yang mengangkat Tema “Bahasa dan Ciri Khas Kolonialisme di Nusantara”. Seminar ini diisi oleh Joss Wibisono, seorang Jurnalis dan Peneliti yang memiliki keahlian dan banyak menulis tentang praktik kolonialisme di Hindia Belanda ditinjau melalui sudut pandang Bahasa dan Sejarah Indonesia pasca kemerdekaan. Beliau pula dikenal sebagai seorang kontributor dalam berbagai Media Online seperti Tempo, Historia.id, dan Indoprogres. Seminar ini dibersamai pula oleh Uji Nugroho Winardi, S.S., M.A., salah satu akademisi dan tenaga pendidik dari Departemen Sejarah FIB UGM, yang bertindak sebagai moderator. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Departemen Sejarah UGM Dr. Abdul Wahid, M.Hum., M.Phil. yang memberikan sambutan dan kata pembuka dari kegiatan ini.
SDGs 4
Pada Rabu, 1 Oktober 2025, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Program Studi Magister Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada mengadakan suatu kegiatan launching buku “Rethinking Histories of Indonesia: Experiencing, Resisting, and Renegotiating Coloniality” yang coba dikolaborasikan serta dikaitkan dengan rangkaian kegiatan Go South (Annual Convention on The Global South) 2025 yang mengusung tema 70 Years Bandung Spirit (Re-Invigorating Decolonial Struggle Amidst Geopolitical Turbulence). Turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini beberapa dosen dan tenaga pengajar dari Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada seperti Dr. Abdul Wahid M.Hum., M.Phil., Dr. Widya Fitria Ningsih S.S., M.A., dan Dr. Wildan Sena Utama S.S., M.A., yang berpartisipasi sebagai pembicara, penanggap, dan juga moderator dalam kegiatan ini. Disamping para ahli dan peneliti yang berasal dari Universitas Gadjah Mada, kegiatan peluncuran buku ini pula turut dihadiri oleh para peneliti dari luar Universitas Gadjah Mada utamanya yang turut terlibat dalam kajian dan penulisan buku ini seperti Prof. Katherine McGregor (University of Melbourne), Brigitta Isabella M.A. (Institut Seni Indonesia), dan Dr. I Ngurah Suryawan (Universitas Papua).
Kondisi ruang kelas 325 saat dipakai untuk kuliah perdana mahasiswa pascasarjana. Foto: Muhammad Fadhlan Hamidan
Pada Kamis, 14 Agustus 2025, dari pukul 10.00 hingga 11.15 WIB, Departemen Sejarah menyelenggarakan kuliah perdana bagi mahasiswa pascasarjana. Kuliah ini dihadiri oleh 31 mahasiswa baik di tingkat magister maupun mahasiswa doktoral.
Kuliah dibuka oleh Farabi Fakih selaku ketua prodi pascasarjana. Kuliah dimulai dengan penyampaian beberapa pengetahuan seputar program pascasarjana di Departemen Sejarah. Program ini berupa: jadwal mata kuliah, tenaga pendidik, dan kegiatan diluar kuliah yang bisa diikuti oleh mahasiswa pascasarjana, seperti lokakarya, summer school, konferensi, seminar, paruh waktu departemen, dan lain-lain.
Hasna Fuadilla H. saat menyampaikan testimoninya ketika menempuh pendidikan pascasarjana Sejarah UGM. Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)
Pada 11 Juli 2025, dari jam 09.00 hingga 12.00 WIB, telah terlaksana sosialisasi oleh Departemen Sejarah, yang bekerjasama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yang bertajuk “Program Pascasarjana Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Bagi Pegawai Arsip Nasional Republik Indonesia”. Acara dihadiri oleh Kepala ANRI, Dr. Mego Pinandito, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB UGM, Dr. Nur Saktiningrum, dan Ketua Program Studi S2 Sejarah, Dr. Farabi Fakih selaku pembicara.
Kegiatan Alumni Menyapa ini telah dilaksanakan Departemen Sejarah FIB sejak tahun 2021 dengan tujuan untuk membekali para lulusan baru dalam dunia setelah perkuliahan. Pertemuan yang dilaksanakan pada Jumat, 15 November 2024 di Ruang 315 Gedung Soegondo ini berlangsung sejak pukul 14.30-16.00 WIB. Kegiatan didampingi oleh para dosen yaitu, Dr. Mutiah Amini, M.Hum. dan Dr. Yulianti, B.A., M.A serta alumni yang hadir kali ini Pasang Budy A. Shodiq dan Khabibah. Mereka berbagi pengalaman dan “wejangan-wejangan” yang dapat diaplikasikan untuk para mahasiswa angkatan 20 yang berjumlah enam orang.
Mahasiswa sejarah lagi-lagi meraih prestasi juara satu dalam sebuah perlombaan tingkat nasional. Daffa Wicaksono Prodi Sejarah angkatan 21, kemarin pada 28 Oktober 2024 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda mengikuti perlombaan Menulis Tokoh Tingkat Nasional di Universitas Khairun. Lomba ini diikuti lebih dari 30 peserta dari seluruh Indonesia, utamanya oleh para mahasiswa Ilmu Sejarah. Diantara banyaknya peserta yang mendaftar, Daffa meraih Juara 1 dalam kategori lomba ini.
Dia mengikuti lomba menulis ini karena merasa tertantang dan ingin memberi motivasi dirinya untuk menjadi yang terbaik. Selain itu, lomba ini juga tidak dipungut biaya, jadi memudahkannya untuk mendaftar. Dia mengaku mendapat informasi perlombaan dari salah seorang teman dalam grup WhatsApp. “Jadi, aku tau lomba ini dari teman. Lomba di share di grup. Aku baca, lalu aku merasa tertantang. Pendaftarannya juga gratis jadi memudahkan mahasiswa untuk mengikutinya. Kenapa ikut lomba ini karena juga memberi motivasi untuk berusaha lebih baik lagi. Kan kita bersaing dengan banyak orang. Nah, di situ kemampuan akan diuji.” Ia juga menambahkan, “Aku juga termotivasi akan hadiah yang akan diberikan jika menang nanti. Setahuku orang yang menang itu akan mendapat pengakuan dari orang lain.” ucapnya dalam sebuah wawancara online pada Selasa, 05 November 2024.
Yuni Setya Ningrum, salah satu mahasiswa Sejarah yang meraih medali emas PIMNAS ke-37 di Universitas Airlangga pada 19 Oktober 2024 lalu. Tim yang berisikan lima orang terdiri dari seorang prodi Sejarah, dua orang prodi Antropologi, seorang dari Pembangunan Wilayah, dan satu orang dari Teknik Infrastruktur tersebut berhasil menggaet medali emas dari kelas Poster dan Presentasi Sektor RSH (Riset Sosial Humaniora).
Dalam prosesnya, Yuni mengaku direkrut dari awal tahun tepatnya pada 20 Januari 2024 oleh Ilham, ketua dari tim tersebut. Kemudian mereka menentukan topik dan tema hingga berakhir dengan judul riset, “Malih Kebak Warih: Analisis Sosioteknik Pembangunan Long Storage sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim pada Masyarakat Pesisir Kabupaten Pekalongan.”
Setelah melewati delapan bulan yang tidak mudah, akhirnya kerja keras ini terbayarkan dengan dua medali di tangan. Penantian ini telah diidam-idamkan oleh Fatiya Hasna Alifan—mahasiswa Sejarah angkatan 2022—bersama timnya. Fatiya dan tim telah berhasil menyabet medali emas (setara juara pertama) dalam kategori presentasi dan medali perak (setara juara kedua) dalam kategori poster sebagai delegasi Universitas Gadjah Mada untuk Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2024 pada 18 Oktober 2024 lalu.
Pada Selasa, 29 Oktober 2024 bertempat di Auditorium Gedung Soegondo. Departemen Sejarah UGM menerima kunjungan dari 300 mahasiswa dan dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Antusias mahasiswa terlihat dari penuhnya seluruh kursi serta kehangatan antara dosen Sejarah UGM dan dosen tamu yang telah berbincang santai selama acara berlangsung.
Dibuka oleh sambutan dari Kepala Departemen Sejarah, Dr. Abdul Wahid, Beliau menyambut ramah kedatangan seluruh tamu mahasiswa dan dosen. Sesi pertama dilangsungkan dengan perkenalan profil Departemen Sejarah UGM. Pengenalan ini dimaksudkan untuk mengenakan program studi Sejarah UGM sekaligus promosi kepada mahasiswa UIN Sunan Ampel yang nantinya diharapkan akan melanjutkan studi ke Sejarah UGM.
Kekayaan intelektual dunia sejarah tidak terlepas dari warna pengetahuan yang diberikan oleh Prof. Dr. Phil. Vincent Houben sepanjang karirnya sebagai seorang sejarawan. Untuk itu, Departemen Sejarah FIB UGM menyelenggarakan kuliah perpisahan untuknya sebagai sebuah perpisahan sekaligus penghargaan atas dedikasi Prof. Houben dalam memperkaya khazanah intelektual, terutama dalam sejarah Asia Tenggara.
Acara ini dibuka oleh Ketua Departemen Sejarah, Dr. Abdul Wahid, di Auditorium Gedung Soegondo pada (30/09/2024). Dalam sambutannya, Dr. Abdul Wahid menyampaikan ucapan terima kasih terhadap Prof. Houben atas kontribusinya dalam dunia pengetahuan sejarah. Dilanjutkan dengan perkenalan yang disampaikan oleh Prof. Bambang Purwanto tentang ruang lingkup penelitian sejarah yang ditekuni oleh Prof. Houben. Kemudian acara inti, yaitu penyampaian kuliah perpisahan oleh Prof. Houben.