Pada tanggal 8–10 September 2026, Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan King’s College London (KCL) menyelenggarakan Workshop The Social History of Development in Indonesia, 1950–2010. Program ini merupakan bagian dari program riset yang berjudul Actually Existing Development: Twentieth Century International Development and the Global South (DEVHIST) yang didanai oleh European Research Council yang berbasis di KCL. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk membahas sejarah pembangunan Indonesia melalui berbagai perspektif sosial.
SDGs 4
Pada Senin, 24 Agustus 2026, Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kuliah perdana bersama Prof. Kate McGregor dari University of Melbourne, dalam rangka menyambut mahasiswa dan tahun ajaran baru 2026/2027. Kegiatan berlangsung di Auditorium Gedung Soegondo lantai 7 dan menghadirkan pembahasan mengenai buku Pembungkaman Sistemik: Aktivisme, Ingatan, dan Kekerasan Seksual di Indonesia karya Prof. Kate McGregor.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Wildan Sena Utama, dosen Departemen Sejarah UGM, yang bertindak sebagai moderator. Dalam sesi pembukaan, Dr. Wildan Sena Utama memperkenalkan Prof. Kate McGregor sekaligus memberikan pengantar mengenai buku yang menjadi fokus pembahasan dalam kuliah perdana.
Pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, Mahasiswa baru Program Studi S1 Sejarah Universitas Gadjah Mada mengikuti kegiatan bimbingan dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) sebagai bagian dari proses pengenalan kehidupan akademik di perguruan tinggi. Kegiatan bimbingan dilaksanakan bersama Prof. Dr. Bambang Purwanto dan Dr. Uji Nugroho Winardi dengan membahas aspek pengembangan diri, kehidupan kemahasiswaan, hingga hal-hal teknis terkait perkuliahan.
Dalam sesi bimbingan bersama Prof. Dr. Bambang Purwanto, mahasiswa terlebih dahulu diperkenankan untuk mengenalkan diri masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kehidupan kemahasiswaan. Dalam pembahasan mengenai kehidupan mahasiswa, Prof. Dr. Bambang Purwanto menekankan pentingnya lingkungan yang inklusif dan suportif. Keberadaan mahasiswa dengan berbagai latar belakang dan kondisi membutuhkan dukungan dari lingkungan akademik agar setiap mahasiswa dapat berkembang secara optimal. Hal tersebut menunjukkan pentingnya supporting class dan dukungan antarmahasiswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Pada hari Kamis, 06 Agustus 2026, Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan acara keprodian atau pengenalan departemen bagi mahasiswa baru Program Studi S1 Sejarah, sebagai bagian dari rangkaian acara Pionir Kampung Budaya 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan profil departemen, dosen dan staf, sistem perkuliahan, kurikulum, serta kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan Departemen Sejarah.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi S1 Sejarah, Prof. Dr. Mutiah Amini dan dilanjutkan dengan pemutaran video profil Departemen Sejarah FIB UGM. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa Departemen Sejarah merupakan salah satu departemen tertua di UGM yang berdiri sejak tahun 1946 dan telah memperoleh akreditasi Unggul BAN-PT. Departemen Sejarah memiliki visi menjadi program studi yang unggul dalam mengembangkan keilmuan sejarah Indonesia melalui penelitian yang kritis dan inovatif guna memperkaya historiografi Indonesia, memperdalam pemahaman mengenai dinamika masyarakat Indonesia, serta berkontribusi dalam menjawab tantangan masa kini dan masa depan.
Pada tanggal 27–29 Juli 2026, Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Islamic Southeast Asia Travelling Classroom 2026 yang diinisiasi oleh SEASREP Foundation. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta, Bandung, dan Ciamis sebelum berlanjut ke Yogyakarta. Program ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai universitas di Filipina dan Jepang. Fokus dari kegiatan ini adalah untuk mempelajari sejarah Islam di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.
Pada Selasa, 28 Juli 2026, Departemen Sejarah bersama dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dosen serta mahasiswa-mahasiswi Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). Hal ini merupakan bagian dari kegiatan kunjungan studi yang menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan mengenai pengembangan kajian dan strategi pertahanan nasional. Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan profil institusi oleh perwakilan Sekolah Pascasarjana UGM serta Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi sharing knowledge.
Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Summer School yang tahun ini berlangsung pada 6 hingga 10 Juli 2026. Mengusung tema “Restituting, Reconnecting, Reimagining Sound Heritage”, Summer School 2026 mempertemukan mahasiswa, peneliti, arsiparis, kurator, seniman, hingga perwakilan komunitas dari berbagai negara untuk bersama-sama membahas warisan budaya melalui pendekatan arsip suara. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek riset internasional Re:Sound yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, Universiteit van Amsterdam, dan sejumlah mitra internasional.
Departemen Sejarah Universitas Gadjah Mada kembali menghelat Seminar Internasional dengan menghadirkan akademisi Indonesia dan Korea pada Rabu (3/6/2026). Dalam seminar bertajuk Indonesia-Korea Crossroads: History, Philosophy, Politics, Literature, and Migration in a Changing World ini, Departemen Sejarah UGM menggandeng Korea University untuk mendiskusikan sejarah, gagasan, dan dinamika politik kedua bangsa yang saling bersinggungan. Acara yang berlangsung selama satu hari di Auditorium Gedung Poerbatjaraka Lantai 3, Fakultas Ilmu Budaya UGM ini menghadirkan lima pemateri, yaitu: Prof. Balazs Szalontai, Ph.D. (College of Public Policy, Korea University); Prof. Nur Aini Setiawati, Ph.D. (Departemen Sejarah UGM); Prof. M. Mukhtasar Syamsuddin, Ph.D. of Arts (Fakultas Filsafat UGM); Tri Ramadhan, S.S., S.E., M.Sc., M.Hum., A.Md. (Kandidat Doktor FIB UGM); serta Fitrilya Anjarsari, S.S., M.A. (Kandidat Doktor FIB UGM).
Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada angkatan 2023 melaksanakan kunjungan akademik ke Jakarta pada 24 hingga 27 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengenalan sumber dan metode penelitian sejarah kepada mahasiswa semester enam yang dalam waktu dekat akan mulai mempersiapkan penulisan skripsi. Dua lembaga utama yang menjadi tujuan kunjungan ialah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Arsip Nasional Republik Indonesia.
Rombongan mahasiswa berangkat dari lingkungan Fakultas Ilmu Budaya UGM pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 02.00 dini hari. Suasana keberangkatan yang masih gelap tidak mengurangi antusiasme para mahasiswa. Sebagian tampak membawa tas berisi laptop, kamera, hingga catatan kecil yang nantinya digunakan untuk mendokumentasikan berbagai informasi selama kegiatan berlangsung. Perjalanan menuju Jakarta ditempuh menggunakan bus dan berlangsung selama kurang lebih setengah hari.
Pada 22–24 Mei 2026 Departemen Sejarah bersama dengan Irvine University dan Asia Theories Network menyelenggarakan konferensi dan lokakarya bertajuk Asean Theories Network Workshop. Globalization and (dis) Connectivity. Tema “Globalization and (Dis)Connectivity” menyoroti semakin terhubunganya ide, identitas, dan kehidupan manusia seiring berkembangnya globalisasi. Namun, di balik keterhubungan virtual tersebut muncul fenomena enclave society, yaitu ketika masyarakat membangun batasan atau fragmentasi sosial untuk membuat ruang tertutup digital yang aman. Tema konferensi ini mengajak peserta untuk mengeksplorasi apakah dan bagaimana konektivitas (masih) penting bagi pembentukan jati diri, subjektivitas, komunitas, dan institusi.