• UGM
  • FIB
  • Webmail
  • Academic Portal
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Departemen Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang
    • Departemen
    • Staf
    • Kontak
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Mata Kuliah Program Sarjana
      • Magang/Kegiatan Luar Kampus
      • Klinik Skripsi
    • Program Magister
      • Mata Kuliah Program Magister
      • Kolokium
    • Summer School
    • Intended Learning Outcomes (ILOs)
  • Kabar
    • Berita
    • Agenda
  • Riset
    • Internal
    • Kerja Sama
  • Publikasi
    • Lembaran Sejarah
    • Histma
    • Publikasi Staf
  • Mahasiswa
    • BKMS
    • History Week
  • Alumni
    • Career Development Center
    • Kasagama
    • Tracer Study
  • Beranda
  • berita
  • Melihat Pembangunan dari Perspektif Sejarah Sosial, Departemen Sejarah UGM Sukses Gelar Workshop The Social History of Development in Indonesia, 1950–2010

Melihat Pembangunan dari Perspektif Sejarah Sosial, Departemen Sejarah UGM Sukses Gelar Workshop The Social History of Development in Indonesia, 1950–2010

  • berita
  • 14 September 2026, 13.11
  • Oleh: sejarah
  • 0

Pada tanggal 8–10 September 2026,  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop The Social History of Development in Indonesia, 1950–2010. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk membahas sejarah pembangunan Indonesia melalui berbagai perspektif sosial.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Mimi Savitri, M.A., serta Ketua Departemen Sejarah UGM, Dr. Abdul Wahid, M.Phil. Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai workshop dan proyek Twentieth Century International Development in the Global South oleh Prof. Dr. Agnieszka Sobocinska. Selanjutnya, Prof. Bambang Purwanto hadir sebagai keynote speaker melalui materi bertajuk Pembangunan Ndagel: The Indonesian Social History of Development.

Pada hari pertama, pembahasan workshop memperlihatkan bagaimana pembangunan hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui keluarga, lingkungan, mobilitas, hingga perubahan ruang hidup. Pada panel Family Planning, misalnya, pembangunan dibahas melalui persoalan maskulinitas, kontrasepsi, kesehatan reproduksi, dan relasi kuasa. Abdullah Faqih membahas bagaimana program keluarga berencana turut membentuk kembali konsep maskulinitas dan “keayahan”, sementara Syarifah Aini menelusuri perubahan program keluarga berencana dari gagasan pembatasan kelahiran dan kesehatan reproduksi pada 1950-an hingga menjadi bagian dari mekanisme pendisiplinan pada masa Orde Baru. Uji Nugroho Winardi kemudian melihat keluarga berencana melalui konsep normativitas, yakni bagaimana pembangunan membentuk pemahaman mengenai apa yang dianggap normal dalam kehidupan masyarakat.

Memasuki hari kedua, pembahasan berfokus pada hubungan antara pembangunan, kebijakan negara, serta perubahan ruang kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang agraria, pedesaan, pesisir, dan industri. Pada panel Agrarian Development Overtime, Siti Nurdianti membahas upaya membangun model pembangunan agraria “jalan ketiga” melalui Koperasi Buruh Wangunwati di Priangan. Sementara itu, Nur Aini Setiawati menyoroti perubahan kebijakan agraria pada masa Orde Baru yang semakin diarahkan pada produktivitas, ketahanan pangan, modernisasi, dan pertumbuhan ekonomi melalui Revolusi Hijau, BIMAS/INMAS, irigasi, dan pembangunan pedesaan.

Pada hari ketiga, pembahasan kemudian beralih pada pembangunan industri dan energi melalui panel Petro Development. Teddy Harnawan menyoroti proses dekolonisasi industri perminyakan melalui hubungan antara buruh, teknologi, dan nasionalisme, termasuk peran juru gurdi dalam penguasaan industri minyak pascakolonial. Sementara itu, Choerniadi Tomo membahas perkembangan pelumas Pertamina sebagai bagian dari proses pencapaian kemandirian teknologi dan pembentukan identitas nasional. Rangkaian pembahasan ditutup dengan kajian A.R. Pratama mengenai pembangunan jalan Balikpapan–Samarinda yang mengubah pola transportasi sekaligus memfasilitasi ekstraksi sumber daya alam dan perubahan penguasaan ruang masyarakat adat.

Dengan demikian, workshop The Social History of Development in Indonesia, 1950–2010 memperlihatkan pentingnya melihat pembangunan melalui pengalaman masyarakat yang mengalaminya secara langsung. Pendekatan tersebut memungkinkan sejarah pembangunan tidak hanya berbicara mengenai proyek, kebijakan, dan pencapaian, tetapi juga mengenai bagaimana pembangunan dijalankan, dinegosiasikan, dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis: Rizkia Pertiwi



Tags: SDGs 10 SDGs 17 SDGs 4 Sejarah Pembangunan

Berita Terakhir

  • Forms of Vulnerability and Means of Resilience in Colonial Environments: Moments and Limits of Colonial Extractivist Acceleration in the Dutch East Indies (1800-1945)
  • Melihat Pembangunan dari Perspektif Sejarah Sosial, Departemen Sejarah UGM Sukses Gelar Workshop The Social History of Development in Indonesia, 1950–2010
  • Prof. Dr. Djoko Suryo Berpulang, Tinggalkan Warisan dalam Penulisan Sejarah Indonesia
  • Departemen Sejarah UGM dan Srinakharinwirot University Bahas Peluang Kolaborasi Akademik Melalui Kegiatan Studi Banding
  • Kuliah Perdana, Departemen Sejarah UGM Gandeng Prof. Kate McGregor Bahas Isu Kekerasan Seksual dan Aktivisme dalam Memori Sejarah

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Mei 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • November 2020
  • Agustus 2019
  • Maret 2019
  • Desember 2018
  • November 2018
  • September 2018
  • Mei 2018
  • September 2017
  • Juli 2017
  • Mei 2017
  • April 2017
  • Maret 2017
  • Februari 2017
  • Januari 2017

Kategori

  • agenda
  • alumni
  • beasiswa
  • berita
  • lowongan
  • penelitian
  • pengumuman
  • selisik
  • summer school
Universitas Gadjah Mada

Departemen Sejarah

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gedung Soegondo, Lantai 3
Jl. Sosiohumaniora, Bulaksumur Yogyakarta
  +62 274 513 096
+62 813 1444 4274
  sejarah@ugm.ac.id

Akademik

  • Program Sarjana
  • Program Magister

Berita & Agenda

  • Berita
  • Agenda

Tentang

  • Staf
  • Departemen
  • Fakultas
  • UGM

Ikuti Kami

Sejarah UGM

Sejarah UGM

Sejarah UGM

© 2026 | Departemen Sejarah UGM

BeritaAgenda

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY